Skip to main content

Ramadhan 1436 H : Sedikit Renungan Tentang Menulis

Saya sedang mencuci piring saat sahur, lalu tiba-tiba saya ingat apa yang di tuliskan oleh teh Tetty dalam blognya tentang Amatir, dan pikiran saya menuju ke kejadian sekitar 10 tahun yang lalu. Di sekolah kejuruan saya pernah belajar mengenai Audio Visual, tekhnik pengambilan gambar. Saya ingat salah satu guru mengatakan bahwa "Bahkan camera person profesional yang amat sangat mahir dan master pernah gagal mengambil angle. Tidak semua camera person profesional yang baik itu selalu menyuguhkan gambar-gambar yang unik dan perpektif yang menarik.." itu camera person. Lalu bagaimana dengan penulis?

Yang saya tahu JK Rowling sang penulis Harry Potter-pun sempat beberapa kali di tolak oleh penerbit, lalu akhirnya ada yang mau menerbitkan tulisannya. Apa korelasinya? Entahlah, saya juga bingung. Semuanya melintas begitu saja di pikiran saya. Ada satu pertanyaan yang sempat terlintas di benak saya, apa yang saya tulis ini sudah baik? Sudahkan saya bisa berkontribusi untuk sedikitnya menjadikan orang-orang yang membaca tulisan saya ini memiliki pengetahuan yang baru? Atau jangan-jangan tulisan saya ini sama sekali tak berkualitas dan sudah sangat ketinggalan? Lalu apa tujuan saya menulis?


Selama ini saya menjadikan menulis sebagai bentuk eksistensi. Jika kelak saya meninggal, akankah apa yang saya tulis ini di kenang? Minimal akan ada orang yang ingat bahwa saya pernah ada. Mungkin suami, orang tua, teman, dan saudara saya masih mengingat saya, tapi beberapa keturunan di bawah saya bagaimana? Masihkan mereka akan mengenal nama nenek mereka ini? Atau nama uyutnya ini? Wallahualam..

Ternyata tujuan saya ini masih bengkok, bukan karena kebaikan. Bukan untuk kebaikan, tapi hanya untuk diri sendiri. Seharusnya tujuan saya menulis adalah menunjukan kebenaran dan kejujuran, memberikan inspirasi serta motivasi pada pembacanya. Apalah daya, saya cuma manusia biasa yang mungkin banyak khilafnya. Saya sedang berusaha memperbaiki diri untuk bisa lebih bermanfaat untuk orang lain, terutama untuk keluarga saya.

Bila ada tulisan saya yang kiranya membuat pembaca merasa terlukai, saya mohon maaf ya. Terkadang jari menulis lebih dari apa yang ada di hati, dan hati mengungkapkan realita yang selalu di modifikasi menjadi berlebihan dengan majas-majas metafora. Seandainya ada kesalahan yang saya tuliskan, mohon di ampunkan. Meski belum lebaran, setidaknya salah yang di maafkan ini tak lagi memberatkan langkah yang tak akan bisa bebas dari salah.

Semoga kita semua bisa hijrah menuju ahlak yang lebih berkah. Aamiin :)

Comments

  1. "Seharusnya tujuan saya menulis adalah menunjukan kebenaran dan kejujuran, memberikan inspirasi serta motivasi pada pembacanya." <--- saya masih berusaha untuk bisa begini nih mbak :(

    Tfs mbak Amy. Bermanfaat sekali tulisannya :)

    ReplyDelete

Post a Comment