Skip to main content

Dzulqo'dah 1436 H: Memperpanjang STNK Itu Mudah!

Konon memperpanjang pajak Surat Tanda Kendaraan Bermotor alias STNK sangatlah sulit. Sehingga banyak orang yang memilih untuk menggunakan jasa calo untuk melakukan perpanjangan STNK. Namun kini, memperpanjang STNK cukup mudah. Papah bilang "Nggak sampai sejam juga jadi!" begitulah, dan katanya kini nggak perlu dan harus ke SAMSAT pusat, kecuali untuk mengganti Plat Kendaraan karena mutasi atau masa waktu lima tahunnya sudah habis.

Source : http://bit.ly/1P8EhNY
Dan kali ini saya serta suami ingin membuktikannya, kita memilih memperpanjang STNK motor di sebuah outlet samsat bersama yang terletak di Giant Pasteur Hyper Point Jl. Dr. Djunjunan No.126-128 Bandung. Biasanya saya kemari untuk mengunjugi NAV atau transit dari Jakarta ketika naik travel. Memang sih sering lihat outlet samsat, tapi saya nggak tahu itu gunanya apa. Mungkin saya kurang gaul, atau memang kurang sosialisasi, hehe.

 


Dengan penasaran saya dan Rudi memasuki outlet ini, lumayan sepi. Saat itu hari Sabtu, 20 Juni 2015. Saat masih bulan Ramadhan, sekitar pukul 11 siang. Saat akan masu sempat heran sih, koo ada motor yang parkir didepannya ya? Banyak banget! Hasil tilangan-kah? Atau sedang ada pameran? Yaudah daripada nanti samsatnya keburu tutup, mending perpanjang STNK dulu, setelah itu baru cari tahu mengapa ada banyak motor didepan samsat outlet ini.


Ini yang saya lihat pertama kali masuk, lumayan sepi. Setelah itu saya dan rudi agak bingung, mau kemana ya kita? Langsung aja nanya bapak petugas, pikir saya. Tapi ternyata orang di depan saya ada yang lagi ngambil nomor antrian. Langsung deh saya dan Rudi menuju ke arah tempat pengambilan nomor. Orang di depan saya memencet dua kali, tapi nomor satu laginya ketinggalan, merasa beruntung karena tidak perlu memencet tombol untuk mendapat nomor antrian, saya ambil saja kemudian saya berikan pada suami. Tapi ternyata...


Memang harus mengambil dua, terus ini nomor si bapak gimana dong? Yaudah di taro aja disitu, sementara si bapak sudah menuju ke counter yang pertama kali saya lihat tadi. Rudi mengambil dua nomor, kebagian nomor A224. Lumayan banyak ternyata. Lama nggak yah kira-kira?


Ternyata nggak terlalu lama, nomor Antrian A224 sudah dipanggil, paling sekitar 10 menit saja. Rudi menghampiri counter yang bertuliskan pembayaran. Lalu menyerahan nomor antriannya. Setelah itu Rudi diberi pengarahan untuk membuka plastik STNK sambil menunggu antrian selanjutnya, nomor antrianpun tersisa satu. Sekitar 10 menit kemudian, nomor antrian A224 dipanggil kembali, Rudi membayar kemudian diberikan berkas-berkas berikut ini.


Agak kaget sih, yang saya tahu kalau perpanjang STNK yaa cuma dikasih STNK yang isinya 2 lembar kayak gini.

Kalau cap di STNK yang bawah udah penuh, itu artinya kendaraan harus ganti tahun di plat nomor kendaraannya. Biasanya pergantian itu 5 tahun sekali. Kalau yang kertas diatas, itu diganti tiap setahun sekali, itu cuma pajak kendaraan bermotor. Yang belum perpanjang pajaknya, ayo segera perpanjang ya! Jangan teriak-teriak anti korupsi, tapi bayar pajak aja nggak. *wohooo*
Saya dan rudi memilih ngadem dulu di Samsat ini, kita berencana mau maen ke taman Film, taman Jomblo, dan taman skateboard. Karena bulan puasa, nggak mungkin kan mampirnya di tempat makan, jadinya kita sekalian beresin berkas yang dikasih sama petugas samsat barusan.


Ternyata bayar pajak nggak harus ke samsat, sekarang ada e-samsat dimana kita bisa juga bayar pajak via sms. Jadi uangnya di transfer sementara konfirmasinya via sms. Hanya saja agak repot karena tetep harus ke samsat untuk dapat pengesahan STNK. 


Selain himbauan e-samsat, berkas yang tadi diberikan petugas samsat pada rudi adalah sebuah buti retribusi untuk PMI dan Jasa Raharja. Nah kalau ada apa-apa dijalan dengan kelengkapan surat-surat seperti SIM dan STNK, kita bisa mengklaim asuransi dari jasa raharja. Cuma syarat dan ketentuannya berlaku, saya ngga tahu detail sih. Amit-amit juga kalau ada apa-apa dijalan.


Bonus foto rudi lagi liat STNK baru. Anteng banget yah suami saya ini, dia lagi ngebandingin pajak tahun lalu dengan tahun ini. Ternyata lebih murah tahun ini, soalnya tahun lalu kena denda gara-gara terlambat bayar pajaknya, hehe. Dan setelah bayar pajak hari ini, saya jadi tahu kalau bayar pajak itu mudah! Yang sudah adalah niatnya. Apalagi kalau ada yang beralasan "Ngapain bayar pajak kalau hasil pajanya kita kasihin ke koruptor?" Lah kalau kita nggak bayar pajak, sama aja dong kita aya koruptor? Kalau nggak mau bayar pajak, jangan punya barang kayak motor atau mobil, jangan punya rumah sama pekerjaan juga, jadi kamu bebas pajak. *huft*emosi*

Selesai memberesan STNK, saya dan Rudi bergegas meninggalan samsat. Tapi masih penasaran dong, kenapa di depan samsat tadi banyak motor dengan tercantum harga-harga yang murah?


Ternyata sedang ada pengambilan barang lelang. Harga motornya bikin ngiler. Ada yang cuma sejuta setengah, ada yang cuma duajuta, ada juga sih yang belasan juta, hihihi. Cuma mungin ada beberapa kekurangan, malah ada motor yang nggak ada BPKB-nya.


Saya dan Rudi sambil iseng lihat-lihat deretan motor-motor yang agak gede, yang paling murah ada yang di jual cuma 5jutaan. Duh murah banget! Sayangnya acara lelang motor tersebut sudah berakhir, kemungkinan tahun depan ada lagi. Jadi ini yang dijejerin adalah motor-motor yang udah di bid, dan tinggal diambil sama pemenang bid-nya. BTW buat ikutan lelang ini harus bayar dulu 300ribu, hmmm lumayan juga ya jadi pembuat acaranya. Seorang 300ribu, kalau yang datang 50 orang aja udah 15 juta. Dapet deh motor beas sampe 7 biji yang 2 jutaan, hehe.


Daripada makin ngayal, saya dan rudi memutuskan untuk meninggalan Giant Pasteur Hyper Point, dan berangkat menuju arah jembatan pasopati. Terimakasih, hari ini saya mengerti bayar pajak itu mudah, cari barang murah juga mudah. Asal kita tahu caranya saja. Yaaa semua juga jadi mudah kalau sudah tahu cara dan ilmunya mah. Iya kan? *wink*











Comments