Friday, 6 November 2015

Tips Agar Menjadi Blogger Kaya

Blogger kaya, mengapa tidak? Sebelum saya berbagi tentang tips "Menjadi Blogger Kaya" yang saya dapatkan dari acara jumpa blogger bersama Sunlife awal Oktober kemarin, saya mau bertanya dulu pada teman-teman. Apa sih "Kaya" itu? Apakah mereka yang berprofesi sebagai pengusaha? Atau mereka yang bekerja secara profesional dengan bayaran yang tinggi? Atau mungkin juga seorang karyawan biasa dengan gaji pas-pasan namun selalu merasa bahagia?

orang kaya

Menurut KBBI(Kamus Besar Bahasa Indonesia), Kaya adalah:
1. Mempunyai banyak harta (uang dan sebagainya).
2. Mempunyai banyak (mengandung banyak dan sebagainya).

Jadi kita sepakat ya, bahwa Kaya yang saya maksud kali ini adalah memiliki financial freedom. Ibaratnya kalau mau beli barang nggak harus lihat price tag-nya dan kalau lagi pengen berlibur nggak harus nabung tahunan dulu. Terus profesi apa yang bisa membuat kita menjadi orang yang kaya? Blogger? 


Kata perencana keuangan terkenal di Indonesia, Pak Safir Senduk sih semua orang dengan profesi apa saja bisa menjadi Kaya. Entah itu seseorang yang bekerja sesuai dengan keahliannya, seorang karyawan, apalagi seorang pengusaha. Kita bisa menjadi kaya, asalkan bisa mengatur keuangan secara bijak. Begitupun seseorang yang berprofesi sebagai "Blogger", para blogger bisa menjadi kaya jika mengelola keuangan secara bijak dengan 3 Tips berikut ini:

1. Memiliki Investasi Sebanyak Mungkin


Investasi itu apa sih? Investasi adalah harta aktif atau pasif income yang bisa kita dapatkan dengan berbagai cara. Di Indonesia sendiri ada banyak investasi yang bisa dilakukan, seperti investasi emas, saham, reksadana, unitlink, properti, dan bahkan ada investasi bodong seperti skema piramid serta ponzi (yang bodong ini jangan diikuti ya!). Menurut Pak Safir Senduk, ada 3 investasi yang bisa dilakukan dan dianggap paling banyak memiliki kelebihan diantara investasi lainnya, yaitu.

A. Saham.
Saat mendengar kata saham, apa yang ada dibenak Anda? Saya sih membayangkan perusahaan-perusahaan besar yang rasanya nggak akan sanggup saya beli. Namun ternyata pemikiran tersebut keliru. Nyatanya, saham bisa dibeli dengar harga ratusan ribu saja perlembar. Untuk investasi awal, kita bisa coba membeli beberapa lembar saja. Lalu apa yang membuat saham menjadi salah satu investasi yang memiliki kelebihan dibandingkan dengan investasi lainnya? 

Pertama adalah Dividen, yaitu pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki. Pembagian ini akan mengurangi laba ditahan dan kas yang tersedia bagi perusahaan. Kedua adalah Capital Gain, yaitu selisih antara harga jual yang lebih tinggi dan harga pembelian yang lebih rendah. Istilah lainnya jual beli saham. Misal saya memebeli saham tersebut seharga tiga ratus limapuluh ribu, lalu saya jual empat ratus ribu. Mudah kan?

B. Investasi melalui Manajer Investasi
Pertama kali dijelasin saya bengong. Ini apaan ya? Ternyata manajer investasi itu adalah manajemen profesional yang mengelola beragam sekuritas atau surat berharga dengan tujuan untuk mencapai target investasi yang menguntungkan bagi investor. Nah dua investasi yang disarankan untuk dicoba menggunakan jasa manajer investasi ini adalah Reksadana dan Unitlink.

Saat memilih manajer investasi ada tiga hal yang harus diperhatikan, yaitu reputasi, tujuan investasi, dan prestasi. Jangan sampai kita memilih manajer investasi yang justru malah kabur membawa uang investasi kita ya!

C. Investasi Properti
Jangan langsung membayangkan kita harus memiliki apartemen atau komplek perumahan elite saat mendengar kata "Investasi properti". Sebuah kamar berukuran tiga kali empat meter saja sudah bisa dijadikan investasi properti lho! Serius!

Jadi, investasi yang dilakukan dalam bidang properti ini ada dua cara, yang pertama adalah dengan menyewakan. Yang kedua adalah dengan jual-beli. Nah dari kedua cara ini yang paling menguntungkan untuk pelaku investasi adalah menyewakan propertinya. Mengapa? Karena menyewakan akan mendapatkan pasif income, serta nilai dari properti yang disewakan akan terus meningkat. Punya kamar kosong? Atau halaman rumah yang tak terpakai? Sewakan saja! *wink*

2. Mempersiapkan Dana Untuk Masa Depan



Dana masa depan sangat banyak ragamnya, bagi yang belum menikah tentu saja Dana untuk pernikahan menjadi salah satu prioritas utama. Namun bagi yang sudah menikah dan memiliki anak berikut ini adalah beberapa dana masa depan yang harus dipersiapkan:

A. Dana Untuk Pembelian Hunian
Banyak yang sering bertanya tentang dana pembelian hunian. Lebih baik cash atau credit? Jawabannya tergantung pada diri kita. Kita sanggup yang mana? Cash atau credit? Saya pribadi sih lebih ingin cash, itu artinya saya harus punya jumlah uang yang banyak. Bagaimana cara punya uang yang banyak? Balik lagi ke tips yang pertama, yaitu banyak-banyaklah berinvestasi. Syukur-syukur sih ada yang mau ngasih rumah gratis sebagai sample produk dari salah satu properti untuk dibuatkan reviewnya diblog gitu, hehehe.

Lalu bagaimana jika tidak punya dana cash? Yaa kredit dong! Ups katanya kredit itu rugi karena bunganya tinggi? Yuk coba kita teliti, beli rumah kredit itu rugi atau nggak? Begini, kalau kita mengkredit sebuah rumah dengan harga 300juta selama 10 tahun, cicilannya sebulan misalkan 3,5 juta. Maka berapa total yang kita bayarkan pada bank? Jumlahnya adalah 420 juta. Suelisih dengan pembelian cash memang 120 juta, jumlah yang sangat besar. Namun, ingatlah harga rumah yang kita cicil itu, 10 tahun kemudian mungkin akan menjadi 1 bahkan 2 Milyar. Iya kan? Jadi apakah rugi membeli rumah dengan kredit? Tentu tidak. :)

B. Dana Pendidikan Anak
Meski saat ini pemerintah Indonesia memiliki program sekolah gratis, tetap saja biaya pendidikan anak perlu dipersiapkan. Pasalnya saat berangkat ke Sekolah anak-anak tentunya harus membawa bekal-kan? Belum lagi membeli buku tulis, pulpen, pinsil, tas, dan sepatu. Lalu kira-kira seberapa banyak ya yang harus kita siapkan?

Cara menghitung dana pendidikan sebenarnya tidak mutlak. Tergantung pada sekolah mana yang akan kita pilih, tergantung barang apa yang akan kita belikan untuk anak-anak kita kelak. Namun sebagai orang tua yang baik, pasti kan kita ingin memberikan yang terbaik untuk mereka. Dan minimal saat ini selama 5 tahun kedepan untuk Taman Kanak-kanak harus disiapkan sekitar 5-10 juta. Jadi jika ingin anak sampai menempuh bangku kuliah, mungkin kita harus menyiapkan dana sekitar 150-200 juta.

C. Dana Pensiun
Dana pensiun merupakan dana masa depan yang paling jarang disiapkan oleh orang-orang Indonesia. Tak ayal sering kita lihat beberapa tokoh yang saat muda memiliki karir yang gemilang, namun akhirnya sengsara dimasa tua. Nah ada beberapa cara mempersiapkan dana pensiun, salah satunya adalah investasi dengan asuransi pensiun. Cobalah cek sunlife.co.id untuk kejelasan lebih lanjut tentang asuransi ini. Cara lain yang bisa kita lakukan adalah menabung. Namun cara terbaik tetaplah berinvestasi melalu asuransi, pasalnya kita tak perlu repot mengelola dana simpanan untuk masa pensiun kita. Iyakan?

D. Dana Liburan
Liburan itu perlu loh! Makanya dana liburan termasuk salah satu dana yang harus kita persiapkan. Jangan sampai kita yang kelelahan, dan mengalami depresi hanya karena kurang liburan. Dana liburan besarnya tergantung kemana kita akan berlibur. Sebelum menyiapkan dana liburan, rencanakan kapan perjalanan liburan kita akan dilakukan. Selain itu kita harus memperiapkan dengan siapa kita akan berangkat, dan kemana tujuan liburan kita. Beberapa dana yang dibutuhkan untuk liburan meliputi biaya transportasi, akomodasi, uang belanja kuliner, oleh-oleh, dan biaya tak terduga.

Nah, sudahkah kita menyiapkan dana untuk masa depan? Bila kita merasa sulit melakukannya, maka lakukanlah tips ketiga ini.

3. Mengatur Pengeluaran

Siapakah yang lebih boros diantara pria dan wanita? Mungkin jika Anda seorang pria, maka akan mengatakan Wanitalah yang lebih boros, begitupun sebaliknya. Tapi pada kenyataannya jenis kelamin bukanlah patokan untuk mengukur keborosan. Lalu bagaimana cara menilai kita termasuk boros atau tidak? Jawabannya mudah, jika kita selalu merasa besar pasak daripada tiang Alias semua penghasilan kita habis namun tidak semua kebutuhan kita terpenuhi. Jadi agar kita tidak boros dan bisa menjadi blogger yang kaya, maka inilah cara mengatur pengeluaran kita.

A. Tentukan Kebutuhan, Kesampingkan Keinginan
Apa perbedaan kebutuhan dan keinginan? Pada dasarnya kebutuhan pokok manusia adalah Sandang, Pangan, dan Papan. Kita contohkan saja makanan. Sebagai orang Indonesia, kita harus mengkonsumsi nasi sebagai salah satu bahan pokok untuk sumber karbohidrat kita. Nah, kebutuhan kita adalah nasi. Keinginan kita mungkin nasi goreng, nasi uduk, nasi kuning, atau nasi mawut. Harga nasi sebenarnya cukup murah. Bisa dibilang hanya 3000 rupiah perporsinya. Namun keinginan kita adalah makan nasi dengan lauk pauk dari resto ternama dengan panorama yang indah, sehingga harga nasi yang kita konsumsi bisa mencapai 30000 rupiah. 10 kali lipat lebih mahal dari kebutuhan kita sebenarnya.

Ingatlah selalu fungsi dari sebuah benda yang akan kita beli. Jangan terlalu memaksakan diri untuk membeli barang-barang dari brand-nya. Kecuali jika memang itu yang kita butuhkan. Misalnya kita adalah artis, salah satu tolak ukur dan nilai jual kita adalah apa yang kita kenakan Betul? Jadi bukan masalah bila membeli tas dengan harga sampai ratusan juta. Nah kalau blogger? Saya sih milih tas yang bisa muat untuk bawa-bawa laptop aja! :D

B. Jangan Tergoda DISKON.
Sebagai wanita normal, saya sangat senang dengan kata-kata "DISKON" Apalagi yang diskon sampai 99%, hehe. Tapi kalau saya perhatikan, sebenarnya diskon tersebut agak menipu. Jika kita teliti diskon yang biasanya diberikan oleh penjual adalah sama dengan harga tidak diskon di toko sebelah. Itu masalah pertama. Yang kedua, dengan kata diskon, entah mengapa barang yang tadinya tidak saya butuhkan menjadi sangat ingin sekali saya beli. Terkadang terbesit kata-kata "Kapan lagi dapet harga segini?". Betul nggak sih?

C. Membuat Perencanaan Keuangan Bulanan
Meski digaji tidak seperti orang kantoran yang dibayar setiap bulan, blogger juga bisa membuat perencanaan bulanan. Mulailah dengan persentase berikut ini:
30% dari pendapatan: Untuk biaya cicilan Biaya 30% ini adalah biaya maksimal, jika kurang tidak apa-apa. Asal jangan lebih ya!
10% dari pendapatan: Untuk tabungan dan investasi. Jika bisa dilebihkan lebih baik.
10% dari pedapatan: Untuk Premi asuransi/ Dana darurat.
50% dari pendapatan: Biaya hidup. Termasuk biaya gaya hidup.

Jika kita sudah bisa mengatur keuangan kita, dijamin deh investasi yang banyak, serta menyiapkan dana masa depan bukanlah hal yang sulit untuk kita lakukan. Jadi, apakah kita siap untuk menjadi blogger kaya? Saya mah siap dong! *wink*

13 comments:

  1. Aku mau jadi kaya blogger aja deh, Mba Amy

    Hihihiii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Blogger sejati ya mb angga? Aamiin :D

      Delete
  2. Dan harus sering dapat job. Hahahah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Naaaaahhh itu banget yaah, klo tau cara ngatur tapi nggak ada yang diatur mah gimana ya teh :p

      Delete
  3. Nah, tips dapat jobnya belum mak, hihihi...detail nih reportasenya, suka dengan gambar-gambarnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mba :D

      Hihihi, nanti saya coba bikin dulu tips dapet jobnya ya :D

      Delete
  4. yang paling penting mengatur pengeluaran tuh, kalau pemasukan banyak tapi pengeluaran juga banyak ya gak jadi nabung dong :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi betul mba, gajinya harus habis tapi jangan buat gaya dan biaya hidup aja. Harus nyangkut di tabungan dan investasi :D

      Delete
  5. Replies
    1. Terimakasih juga sudah mempir mba ;)

      Delete
  6. Addduh yang poin B berat banget tuh kayaknya, maklum saya mah Modis...modal diskon hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duh jabaning lagi ada festival belanja online ya mba :D

      Delete