Thursday, 20 July 2017

7 Tempat Belanja dengan Harga Terjangkau yang Bisa Kamu Datangi di Bali

Sedih rasanya kalau liburan sudah mendekati hari-hari terakhir. Apalagi kalau kamu liburan di Bali, pulau sejuta pesona yang tak pernah bosan untuk terus dikunjungi. Mau liburan mewah di resort bintang lima atau menginap di hotel murah di Bali, sebelum pulang jangan lupa beli oleh-oleh. Tenang saja, ketujuh pusat oleh-oleh ini tidak akan membuatmu bangkrut karena harga yang dipatok benar-benar ramah kantong!


Pasar Sukawati

Source: wisatamurahbali.info
Ini dia pasar seni di Bali yang popularitasnya sudah menggema hingga internasional. Terletak di Jalan Raya Sukawati, Batubulan, Gianyar, Pasar Sukawati selalu menjadi tujuan para wisatawan yang ingin membeli barang kerajinan, lukisan, patung, perhiasan, atau pakaian. Kalau mau cari batik khas Bali, Pasar Sukawati juga merupakan tempat yang tepat karena harga yang ditawarkan relatif lebih murah dari pasar seni lainnya. Kamu juga bisa melakukan penawaran kalau merasa harga yang diberikan penjual terlalu mahal. Sebagai tips tambahan, sebaiknya kamu datang ke Pasar Sukawati saat pagi hari, sekitar jam 10 karena biasanya pedagang akan membanting harga untuk menarik minat pembeli.

Pasar Guwang
Sama-sama berlokasi di daerah Gianyar, Pasar Guwang dan Pasar Sukawati sebetulnya sangat berdekatan, hanya sekitar 500 meter. Tapi entah kenapa Pasar Guwang bisa kalah populer. Padahal, kalau dibandingkan, Pasar Guwang terkesan lebih rapi, lho. Parkirnya lebih luas pula! Pembangunan Pasar Guwang memang ditujukan untuk mendukung keberadaan Pasar Sukawati, jadi jangan heran kalau barang yang dijual kedua pasar ini tak jauh berbeda.

Baca juga : 6 Tempat Wisata Belanja Murah Di Yogyakarta

Pasar Kumbasari Bali
Kalau mau membeli oleh-oleh dalam jumlah banyak, tidak ada tempat yang lebih tepat dari Pasar Kumbasari, sebuah pasar grosiran yang berada di kawasan Jalan Sulawesi. Pernah melihat berbagai barang kerajinan yang dijual sebagai souvenir di kios-kios di Kuta? Nah, banyak dari pemilik kios tersebut yang mengambil barang di Pasar Kumbasari. Ada beraneka jenis barang yang bisa kamu beli di sini, mulai dari pakaian, aksesoris seperti pajangan dan gantungan kunci, hingga berbagai mebel dan pernak-pernik untuk mengisi rumah. Bahkan ada pula anyaman bambu seperti besek hingga ingke di Pasar Kumbasar ini.

Source: bali-indonesia.com
Apabila sedang menginap di kawasan Legian, sempatkan dirimu untuk mengunjungi Pasar Seni Merta Nadi. Dari Pantai Legian, kamu hanya perlu berjalan kaki sekitar 50 meter ke arah timur. Nah, begitu sampai Jalan Melasti, kamu akan bertemu dengan deretan toko-toko pakaian serta pernak-pernik khas Bali dengan warna-warna yang menggiurkan. Jangan langsung mengiyakan setiap harga yang diberikan oleh penjual. Kamu bisa menawar kalau merasa harga tersebut terlalu mahal. Pasar Seni Merta Nadi buka sejak pukul delapan pagi hingga tujuh malam. Biasanya, harga barang-barang yang dijual akan lebih murah saat pasar hendak tutup.

Pasar Seni Ubud
Sejak digunakan sebagai salah satu lokasi syuting film Eat, Pray, Love, popularitas Pasar Seni Ubud langsung meroket. Lokasinya terletak di Jalan Monkey Forest, persis di depan Puri Agung Saren Ubud. Sebenarnya, barang-barang yang dijual di Pasar Seni Ubud tidak jauh berbeda dari Pasar Sukawati, tapi memang kualitas di sini sedikit lebih bagus karena sudah sejak lama Ubud dikenal sebagai penghasil benda-benda seni berkualitas. Kalau mau puas berbelanja di sini, tidak ada salahnya menginap di salah satu hotel murah kawasan sekitar pasar, lalu bangun pagi hari untuk berbelanja. Biasanya, suasana Pasar Seni Ubud masih sepi pengunjung pada pagi hari jadi kamu bisa lebih leluasa menjelajah setiap kios.

Pasar Badung Bali
Pasar Badung merupakan pasar tradisional terbesar dan terlengkap di Bali. Hampir semuanya bisa kamu temukan di sini, mulai dari bahan makanan pokok, suvenir, sampai keperluan ibadah. Kalau mau beli jajanan tradisional atau bumbu kuliner khas Bali, kamu juga bisa menemukannya di Pasar Badung. Asiknya lagi, Pasar Badung menerapkan sistem harga grosir. Semakin banyak barang yang kamu beli, maka harga per item-nya akan semakin murah. Bahkan Pasar Badung juga buka sampai malam, tapi pada waktu ini, barang yang dijual akan beralih menjadi perangkat elektronik, baik yang baru maupun secondhand.

Jalan Legian
Agak berbeda dari keenam tempat belanja di atas yang semuanya merupakan pasar, Jalan Legian menawarkan suasana belanja yang justru baru ramai pada malam hari. Hal ini tidaklah mengherankan karena memang kawasan ini terkenal dengan kehidupan malamnya. Berbagai toko suvenir dan butik lokal menyatu dengan bar, restoran, dan hotel kelas menengah di sepanjang Jalan Legian. Kalau kamu sedang beruntung, terkadang ada beberapa toko pakaian bermerek yang rajin mengadakan diskon. Umumnya, kehidupan malam di Jalan Legian baru dimulai pukul sebelas malam dan puncak keramaiannya terjadi pada pukul satu hingga dua dini hari. Suasana baru akan sepi menjelang subuh sekitar pukul 04.30.

Baca Juga : Kuliner Murah Di Bandung : Baso Bakar Mau Lagi

Sebagai tips saja, kalau memang berniat belanja banyak di ketujuh tempat tersebut tanpa bangkrut, sebaiknya kamu menginap di salah satu hotel murah di Bali. Pilih hotel yang lokasinya dekat dengan pasar incaranmu agar kamu bisa mencapainya dengan berjalan kaki, jadi tak perlu keluar biaya transportasi deh!

Semoga Bermanfaat! ^^

2 comments:

  1. Wah asik ni kalau beneran nanti aku ke bali, ada referensi.

    ReplyDelete
  2. wew kagum dengan jalan legian, jam 11 malem baru pada rame.. wekekke, berarti manusia malem semua ya di jln legian

    ReplyDelete