Monday, 5 September 2016

Sudahkah Kita Profesional?

Setelah baca postingan teh Tian tentang “Jangan takut menjadi tua”, saya jadi berfikir apa yah ketakutan saya? Pasalnya saya tidak takut menjadi tua, soalnya emang ngerasa masih muda sih! :D 

Saya coba mengingat-ingat, apa sebenarnya ketakutan saya? Banyak sih, ahahahha., Takut ditinggal pergi suami, takut khalif sakit, takut tidur sendirian, dan ketakutan-ketakutan lain yang menurut saya nggak penting buat diinget-inget, hihihi. Dari sekian banyak ketakutan, saya mau bahas ketakutan saya yang mungkin jadi ketakutan para Ibu sejagat raya yang nggak Cuma jadi Ibu rumah tangga. Saat ini saya sedang takut dianggap tidak professional.


Beberapa hari kebelakang ini saya lagi sering keluar rumah karena pekerjaan. Mulai dari meeting sampai hadir diacara-acara penting. *Koo sok penting banget ya saya? Hihihi. Tapi memang begitulah, kadang saya mengajak Khalif. Kadang juga khalif saya tinggal, tergantung kondisi dan lama durasi acara. Kalau meeting bentar sekitar 2-3 jam sih saya tinggalin dirumah sama Mamah. Tapi kalau udah lebih dari 5 jam, biasanya saya ajak Khalif.

Sudah Siapkah Kita Menjadi Orang Tua???

Punya anak itu berjuta rasanya. Nggak bisa dibilang selalu menyenangkan ataupun kerepotan. Pasalnya anak itu kan titipan Allah yang harus dijaga sebaik-baiknya. Setelah baca tulisan Mba Zia tentang Tiga Fase Mendidik Anak, saya jadi speechless. Langsung kepikiran Khalif, kira-kira bisakah saya mendidiknya agar menjadi hamba Allah yang taat dan bermanfaat??? Pe-er jadi orang tua itu segambreng. Padahal sih gampang, tinggal pakai petunjuk yang ada dalam Al-Qur'an dan Hadist. Nah masalahnya bisa nggak saya menerapkan itu semua?


Subhanallah banget tantangan jadi orang tua saat ini. Ancaman pornografi adalah salah satu bahaya yang mengintai semua anggota keluarga, khususnya anak laki-laki. Konon, anak laki-laki menjadi target karena apa yang mereka rasakan mudah dilihat oleh orang lain. Laki-laki biasanya tak bisa menahan apa keinginannya, sehingga munculah kasus-kasus kriminalitas. Naudzubillah..

Monday, 29 August 2016

#SaveLaguAnak Atau #SaveAkhlakAnak ?

Saya belum tahu banyak tentang kampanye #SaveLaguAnak, buat saya ada yang lebih penting dari itu. Saya lebih suka, kita mengkampanyekan "Selamatkan Akhlak Anak". Mungkin salah satu cara menyelamatkan anak-anak kita dari pengaruh buruk adalah dengan menyaring apa yang mereka lihat dan dengar, lagupun termasuk didalamnya. Bukankah perilaku buruk saat dewasa merupakan sebab akibat dari masa anak-anak?