Friday, 10 February 2017

Popok Kain Konvensional Atau Popok Sekali Pakai? Mendingan Sih Little Hippo Aja!

Punya bayi memang berjuta rasanya, apalagi yang baru punya anak pertama. Excited sekaligus panik yes! Takut gimana kalo nggak bisa ngasih yang terbaik dan akhirnya berakibat buruk buat mereka. Bukan dari cara mendidik saja, perintilah-perintilan kaya milih baju, milih peralatan makan, sampai milih popokpun punya cerita dan drama-nya masing-masing. Bebekal ilmu browsing dan tanya kanan kiri, ternyata nggak cukup membubarkan dilema yang dialami emak-emak. Gimana nggak, hasil browsing dan tanya-tanyapun kadang bertolak belakang. Intinya sih, kita sendiri yang harus memutuskan mau bagaimana mendidik dan mengasuh serta memelihara anak kita. Iya nggak?


Pernah sekali waktu saya bertemu dua orang yang bertolak belakang dalam pemilihan popok. Yang satu setuju banget sama popok kain konvensional dan yang satu lagi setuju banget sama popok sekali pakai. Keduanya memberikan alasan-alasan yang kuat mengapa memilih popok tersebut. Sebagai emak baru, saya sih ngambil jalan tengah aja. Kedua popok tersebut bisa digunakan selama bayi merasa nyaman. Iya kan? Kalau popok sekali pakai itu praktis, tapi yaa siap-siap aja harus menyisihkan budget popok hingga ratusan ribu perbulan. Nah kalau popok konvensional yaa siap-siap aja jemuran banyak apalagi kalo lagi musim ujan, mesti stock 2 lusin kali yah?

Sunday, 5 February 2017

Pekerjaan

Jadi ceritanya saya salah curhat. Lagi buka Linked0-in, mau update status biar keliatan aktif gitu disana, eh malah curhat. Terus kan sayang yaaa kalo dihapus, akhirnya saya posting ulang disini. BTW, jangan baper yaa. Saya tahu kooo, setiap orang punya pilihannya masing-masing. Saya hanya menulis apa yang ada dalam pikiran saya saat ini. :)

Pekerjaan.

Pekerjaan yang paling mulia, katanya menjadi ibu rumah tangga. Tapi masih banyak yang berkata "dirumah aja?" ketika saya nggak pernah berangkat ke kantor untuk pergi pagi pulang malam.

Thursday, 26 January 2017

Setengah Curhat Tentang BPJS Kesehatan

Ketika baca postingan teh Armita Fibri tentang "Pengalaman Memakai BPJS" saya jadi teringat apa yang saya alami sendiri. Hmmm, gimana ya.. Karena ada dua pengalaman yang saling bertolak belakang. Pertama, hasilnya sangat memuaskan. Yang kedua, hasilnya amat mengesalkan. Jadi saya emang agak bingung kalau disuruh cerita tentang BPJS ini.



PENGALAMAN MENYENANGKAN
Sebenernya sih nggak menyenangkan banget, secara BPJS Kesehatan ini kan digunakan saat sakit. Jadi mana ada sakit menyenangkan iya nggak? Yang menyenangkan mah piknik gratis, hihihi. Dua lebaran idul fitri yang lalu, mamah saya tiba-tiba mengeluhkan kupingnya yang berdenging. Waktu itu habis jalan-jalan dengan cucu-cucu-nya ke kebun binatang. Katanya kuping sebelah kanan tiba-tiba berdenging. Setelah seminggu tidak kunjung sembuh, mama pergi ke puskesmas untuk diperiksa. Diagnosa dokter puskesmas adalah akibat darah tinggi. Diberikan obat dan jika sakit berlanjut disuruh kembali. Alhamdulillah gratis, pakai KIS, Kartu Indonesia Sehat.