Wednesday, 23 December 2020

Treatment Clear Acne PRP Pack Di Dermies Pasirkaliki

Dermies Pasirkaliki, tempat yang seharusnya dari dulu aku kunjungi. Setelah beberapa tahun lalu pernah melakukan treatment disebuah klinik (waktu itu aku berjerawat batu dan jerawat batuku hilang), aku pikir kulitku sudah bebas dari Acne,. Ternyataaa setelah datang ke Dermies, aku baru sadar bahwa kulitku ini masih termasuk yang bermasalah dengan Acne. Huhuhuhu.

Clear Acne PRP Pack

Sebelum datang ke Dermies Pasirkaliki, aku berniat mencoba Treatment PRP Bright and Glow. Namun setelah dianalisis, dokter menyarankan aku untuk mengambil treatment Clear Acne yang bertujuan untuk Mencegah dan mengatasi, serta menghilangkan bekas jerawat. Selain itu treatmen PRP Clear Acne juga mampu melindungi dari faktor pemicu jerawat.

Apasih PRP Itu?

PRP adalah singkatan dari Purify, Revitalize, dan Protect. Ini adalah konsep treatment yang dilakukan seluruh Dermies. Baik yang ada di Pasirkaliki, Mall Festival Citylink, maupun Dermies Mall Ciputra. Arti dari PRP Concept ini, Dermies melakukan perawatan dengan proses menyiapkan kulit wajah dengan berbagai cara, yang aku pakai adalah Infrared Photofurifying. Setiap orang punya kondisi kulit berbeda, nah saat analisi kulit oleh dokter bersertifikat, maka ditentukan berapa lama proses purifying yang diperlukan. Kalo aku kemarin cuma 13 menit aja gaes. Menurutku, ini treatment tercepat yang pernah aku coba. Dari proses awal kedatangan sampai selesai menunggu skin care, nggak sampe satu jam!

Setelah di Purifying dengan Infrared Photopurifying, Nurse mengoleskan cream untuk revitalize kulit aku. Adeeem banget. Nah setelah itu, treatment di Dermies selesai, dilanjutkan dengan treatment dirumah, yang lebih beraaat, karena akusstermasuk orang yang suka males skin carean huhuhuhu.

Proses Revitalize kulit yang dilakukan Dermies adalah dengan penggunaan skin care, aku mendapatkan resep enam buah produk, yaitu Pencuci Muka, Serum, Cream Siang, Cream malam, dan Sunscreen.

CLEAR ME CLEANSER SCRUB

Facial wash yang punya scrub berukuran sangat kecil ini bis digunakan sehari-hari, bahkan tiga kali seharipun tidak membuat kulit iritasi. Soalnya scrubnya sendiri terbuat dari bahan alami, bukan beads buatan/sintesis. Cara penggunaannyapun agak berbeda dari facial wash lain. Kalau biasanya facial wash digosok ditangan kemudian busanya di taruh ke wajah, facial wash ini justru langsung di oleskan pada Wajah yang basar, barulahddiusap-usap hingga berbusa. Sama seperti produk organik yang pernah aku pake, facial wash ini busanya nggak melimpah karena tidak menggunakan banyak deterjen. Selain itu hasil akhir saat selesai cuci muka, muka jadi lembut tanpa rasa kesat maupun kering.

CLEAR ME ACNE CONTROL SERUM

Abis cuci muka, baru deh aku pake serumsserum. Fungsi serum ini adalah mencegah timbulnya jerawat baru. Sejak pake serum ini, aku emang nggak punya jerawat loh gaes. Beruntusan dijidat( ini pas pertama kali dateng) pun ilang, Alhamdulillah cocok!

CREAM SIANG

Untuk pagi/siang hari, aku beri resep cream ADT 4. Aku lupa nama kepanjangannya apa, yang pasti fungsinya adalah melembabkan sekaligus mengontrol minyak berlebih di kulit wajah aku.

PROTECTOR

Nah untuk cream protector, aku diberiAS2. Dari teksturnya, ini mirip sun protector. Sedikit berwarna sehingga tanpa perlu menggunakan alas bedakpun, aku siap buat selfi! Tinggal tambah lipen dan alis aja, hehehe.

CREAM MALAM

Untuk cream malam, aku diberikan dua buah. Yang pertama adalah ADTS, dan yang kedua adalah cremBNC2. Keduanya memiliki fungsi untuk mencerahkan dan merevitalisasi kulit sewaktu aku tidur.

Kalian penasaran nggak selama dua minggu aku pake rangkaian skin care dari Dermies? CHECK THIS OUT!

Selama dua minggu aku pake skincare dari Dermies, kerasa banget kulit wajah jadi lebih kenyal, lembut, dan komedo yang biasanya nangkring di idung tuh ilaaaaang. Aku happy! Yaa walo pori-pori wajah nggak auro mengecil, tapi aku yakin kalo aku konsisten melakukan treatment, hasilnya pasti lebih bagus lagi.

Oiah, kalo kita memilih Acne Clear PRP Pack, kita akan mendapatkan treatment dua kali konsultasi yang bisa dilakukan seminggu atau dua minggu dari kunjungan pertama kita ke Dermies. So setelah dua minggu, aku akhirnya datanga lagi ke Dermies.

DERMIES PASIRKALIKI

Saat kunjungan pertama, pengisian data tamu masih manual. Kali ini nggak perlu lagi ngisi data pake nulis, cukup scan ketik-ketik. Selesai deh! Tapi tetep protokol kesehatan (yess aku datang saat pandemi) di teraokan dengan baik. Seperti pengecekan suhu badan, penggunaan masker, hingga pemakaian hand sanitizer. 

Suasana Dermies Pasirkaliki saat keduakalinya aku kunjungi masih sama, Nurse yang berjaga didepan menyambut dengan hangat, sambil menanyakan biodata. Selesai itu kita akan diberikan tisu pembersih wajah, dan diruangan yang telah disediakan kita bisa membersihkan wajah. Oiah salah satu yang unik dari treatment di Dermies adalah adanya Photo Session! Jadi setelah wajah kita dibersihkan, kita di foto dlu. Nggak usab bergaya ya, ini buat menganalisis kulit, bukan buat konten tiktok hehehe.

Setelah selesai photo, kita akan diajak ke lantai dua, lalu menunggu dipanggil Nurse untuk melakukan tindakan bersam dokter. Awalnya dokter akan melakukan peeling, tapi karena kulitku agak perih, jadi peelingnya batal. Aku melakukan lagi infrared Photopurifying selama 13 menit. Sama seperti dua minggu yang lalu, lama treatment di Dermies nggak sampe satu jam! Express banget. Aku berharapnya agak ngantri Gitu yaa,karena interior Dermies ini cocok banget buat foto foto.

Oiah buat kamu yang kebetulan belum ada Dermies di kotanya, kamu bisa juga coba skin care andalan dari Dermies dengan membelinya di Official Store Dermies baik di Tokopedia maupun di Shopee.

Oiah kamu mungkin penasaran juga harga Clear Acne PRP Pack itu berapa sih? Terjangkau gaes, awalnya harga PRP pack ini adalah 525ribu, tapi sekarang cuma 400 ribu ajaaaaa. Gimana udah mau coba?


Thursday, 29 October 2020

Bisakah Laki-laki Menjadi Agen Perubahan Kesetaraan Gender dan Penghapusan Kekerasan Seksual?

“Anak laki nggak boleh nangis!” sering denger kalimat itu? Atau kamu juga sering bilang gitu? Duh, kadang aku masih keceplosan ngomong gitu sama anak-anak aku yang notabene adalah lelaki. Padahal ya gaes, anak laki-laki nggak apa-apa koo nangis. Lelaki juga punya hak meluapkan emosi dengan cara yang benar. Tahu nggak kalo kita melarang dan membiasakan anak laki-laki NGGAK BOLEH NANGIS, mereka jadi nggak bisa meluapkan emosinya dengan benar. Daaaaaaaan disinilah awal mula, kebanyakan laki-laki menjadi keras terhadap perempuan. Mereka meluapkan emosinya melalui kekerasan. Mulai dari kekerasan verbal hingga kekerasan fisik. Serem? Banget.

Dengan fakta demikian, Rutgers WPF Indonesia mengadakan sebuah program bernama Prevention Plus atau P+, yang bekerja sama dengan berbagai stake holder untuk menghapus kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan seksual. Uniknya, tidak hanya perempuan yang diajak untuk SPEAK UP tentang diri nya jika mendapati kekerasa, namun Prevention Plus juga mengajak Lelaki sebagai Agen perubahan untuk mewujudkan kesetaraan gender dan menghapus kekerasan seksual.

laki-laki sebagai agen perubahan mewujudkan kesetaraan gender dan penghapusan kekerasan seksual

Sebelum mulai webinar kemarin, aku dikasih tahu beberapa fakta seperti krnyataan bahwa di Indonesia sangat kental dengan unsur patriaki, sehingga masih banyak yang berfikir laki-laki memiliki kontrol dan kuasa terhadap anggota keluarga yang lain. Konstruksi sosial yang lekat dengan budaya patriarki pula yang melanggengkan kekerasan berbasis gender. Minimnya keterlibatan laki-laki dalam upaya pencegahan kekerasan berbasis gender merupakan salah satu faktor yang membutuhkan perhatian lebih, dimana sebagian besar program-program yang berkembang selama ini masih berfokus pada pemberdayaan perempuan dan belum cukup menyasar akar persoalannya, yaitu norma dan relasi gender laki-laki dan perempuan.

Apa itu Prevention Plus (P+)? 

Prevention+ adalah program dari Rutgers WPF Indonesia yang merupakan kelanjutan dari program MenCare+ dengan tujuan untuk mewujudkan kesetaraan gender dan penghapusan kekerasan seksual sebagai suatu kondisi yang ideal bagi pemenuhan hak-hak dan kesehatan seksual dan reproduksi dan membongkar norma-norma gender yang ada.

Prevention+ juga bertujuan mengurangi kekerasan terhadap perempuan serta meningkatkan partisipasi ekonomi perempuan dengan pendekatan pelibatan laki-laki sebagai agen perubahan dan mempromosikan nilai maskulinitas yang positif berdasarkan nilai kesetaraan dan nonkekerasan.

Inilah beberapa program yang sudah dilakukan Prevention plus :

1. Diskusi komunitas reguler untuk empat kelompok (perempuan dewasa, laki-laki dewasa, perempuan remaja, dan laki-laki remaja) menggunakan modul-modul yang mengangkat tema kesetaraan gender dan pelibatan laki-laki;

2. Konseling Kekerasan Berbasis Gender dan Seksual (KBGS) termasuk pendampingan psikososial dan hukum;

3. Kampanye melalui berbagai media, termasuk media sosial;

4. Advokasi dari tingkat desa hingga ke tingkat nasional, termasuk menghasilkan beberapa Satgas Penanganan Kekerasan Perempuan dan Anak di wilayah Lampung serta advokasi penganggaran di Yogyakarta serta advokasi penegak hukum (polisi, kejaksaan). 

Mengapa harus laki-laki? 

Karena pada dasarnya, hanya ada dua gender. Salah satu pihak nya adalah perempuan, pihak yang lain adalah laki-laki. Jika hanya perempuan yang menggaungkan dan berusaha mewujudkan kesetaraan gender tentu saja akan sulit. Maka laki-lakipun dilibatkan sebagai agen perubahan, sebagai mitra. Bukan hanya sebagai pihak yang dianggap pelaku ataupun korban saja. 

Selain membuat program khusus, Rutgers WPF Indonesia juga menggandeng empat mitra lokal dalam mewujudkan kesetaraan gender dan penghapusan kekerasa seksual ini. Siapa saja kah mereka? 

1. Damar - Lampung

Damar adalah organisasi yang berbentuk perkumpulan berbasiskan keanggotaan, dan menaungi tiga lembaga eksekutif. Pertama, Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR. Kedua, Lembaga Advokasi Anak (LAdA) DAMAR. Ketiga, Institut Pengembangan Organisasi dan Riset (IPOR) DAMAR.

Bersama Rutgers WPF Indonesia dalam Prevention Plus, Damar fokus pada menghapuskan kekerasan terhadap perempuan di wilayah Lampung. Mengingat adanya data yang cukup banyak, yaitu 922 kasus kekerasan terhadap perempuan selama tahun 2017 hingga 2018. Dan 540 kaus diantaranya adalah kasus kekerasan seksual. Sejak kehadirannya Damar mampu menekan angka kasus menjadi hanya 237 selama tahun 2019-2020. Meski dalam data angka kekerasan terhadap perempuan menurun, belum tentu dilapangan kasus tersebut berkurang. Karena kita tahu bahwa tidak semua korban mampu melaporkan kasus kekerasan yang dialaminya. 


Dalam kehadirannya Damar tak hanya fokus pada korban kekerasan. Namun Damar juga mrmberikan inovasi yaitu intervensi kepada pelaku. Mengapa? Karena pelaku yang rata-rata laki-laki itu biasanya adalah orang terdekat korban, dimana korban masih berharap pelaku berubah menjadi baik, dan tidak menginginkan pelaku di penjara. 

Masih dalam kaca mata kepentingan korban, rekonsiliasi korban dengan pelaku diperlukan dalam proses pendamaian korban dengan dirinya sendiri. Mengapa saya yang mengalami hal ini, mengapa dia tega melakukan ini kepada saya, adalah pertanyaan-pertanyaan yang dapat menghantui korban sepanjang hidupnya. Korban mempertanyakan esensi dirinya, bahkan mengubah persepsi dirinya menjadi pribadi yang pantas menerima perlakuan kasar pelaku.

Ketika pelaku mengakui bukan diri korban penyebabnya, melainkan dialah pihak yang bertanggung jawab atas tindakannya, akan menjadi momen penting yang berperan bagi proses penyembuhan psikis korban. Untuk dapat melakukannya, seorang pelaku membutuhkan penyadaran. Konseling dapat membantu pelaku untuk mencapai kesadaran ini, yang selanjutnya membantu proses pembentukan kembali jati diri korban sebagai manusia yang layak dicintai.

Kekerasan akan selalu ada jika pelakunya tidak pernah belajar pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dibutuhkan agar ia tidak lagi melakukan kekerasan. Hukuman pidana berupa kurungan penjara mungkin saja memberi efek jera. Namun hukuman ini tidak akan efektif untuk mengubah pola kekerasan yang sudah mengakar dalam diri pelaku. Bukan tidak mungkin pelaku kembali melakukan kekerasan setelah selesai menjalani pidana. Karena hukuman pidana hanya mengajarkan bahwa perilakunya salah tanpa memberitahukan caranya bagaimana supaya ia tidak lagi melakukan kesalahan yang sama.

2. YABIMA 

Visi YABIMA adalah sebagai kawan untuk membangun Sumbagsel yang bermartabat bagi segenap ciptaan. Nilai-nilai yang hendak dibangun dalam strategi dan tata kelola program yang ada di masyarakat adalah: Asketisme untuk berbagi, Keadilan yang berpihak, Spiritualitas, Sensitif gender, Perdamaian, Penghargaan terhadap pluralitas, Dialog untuk partisipasi, dan Akuntabilitas. 

Dalam kerjasamanya bersama Rutgers WPF Indonesia di program Prevention Plus ini, YABIMA memiliki wilayah kerja yang sama dengan Damar. 

3. Rifka Annisa

Menurut Rifka, Laki-laki dibiasakan untuk menekan emosinya, sehingga ketika tekananan itu begitu kuat, maka ia bisa menjadi bom waktu yang muncul dalam bentuk perilaku kekerasan. Ketika laki-laki tidak selalu bisa memenuhi idealitas menjadi laki-laki yang dinginkannya. Ketidak mampuan laki-laki tersebut dapat menimbulkan krisis maskulinitas, sehingga laki-laki dapat melakukan pengontrolan atau pelampiasan pada orang lain, umumnya perempuan yang posisinya dianggap lebih rendah untuk menunjukkan atau mempertahankan kuasanya. Patriarkhi bukan saja struktur yang membenarkan kuasa laki-laki atas perempuan, tapi juga laki-laki atas laki-laki lainnya.


Pusing ya? Saya sih iya, jadi para laki-laki sangat dianjurkan juga berkonsultasi jika merasa ada sesuatu yang janggal. Rasa insecure pada laki-laki seperti bom waktu yang dapat meledak dalam bentuk kekerasan terhadap perempuan. Karenanya Rifka Annisa memberikan sebuah poin penting yaitu "Laki-laki juga perlu konsultasi".

4. Sahabat Kapas

Nurlaila Yukamujrisa, Manajer Program Sahabat Kapas memaparkan kegiatan konseling yang sudah berjalan. Dimana konseling tersebut dilakukan pada pelaku kekerasan seksual. Konseling ini diberikan pada anak (remaja) laki-laki pelaku kekerasan berbasis gender di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA).

Konseling kelompok konseling kelompok melibatkan petugas terlatih dlm perannya sebagai actor rehabilitasi anak. Keterlibatan petugas sangat berpengaruh pada proses perubahan anak. Ada 13 petugas di 3 LPKA (Tangerang, Kutoarjo, Yogyakarta) dilatih tentang konseling pencegahan kekerasan berbasis gender agar memiliki perspektif adil gender dan ramah anak. Dalam menjalani proses ini disediakan ruang konseling khusus bagi anak di LPKA Kutoarjo dan Yogyakarta.

5. Rahima

Rahima, Pusat Pendidikan dan Informasi Islam dan Hak-Hak Perempuan adalah sebuah organisasi non-pemerintah (Ornop) atau non government organization (NGO ) yang berfokus pada peningkatan kesadaran tentang Islam, gender, dan hak-hak perempuan. Nama “Rahima” terinspirasi dari dua hal, pertama, ‘rahim’ perempuan yang merupakan tempat dimana kehidupan manusia pertama kali disemaikan. Dan kedua, dari salah satu dari 99 nama Tuhan yang indah (al-asma-ul husna) yakni Ar-Rahiim yang artinya “Maha Penyayang”. Oleh karenanya, maksud diambilnya nama Rahima adalah ‘untuk merayakan kehidupan dengan semangat welasasih atau kasih sayang’.

Dalam program Prevention+ Rahima, melakukan pendekatan terhadap isu relasi antara laki-laki dan perempuan dalam perspektif islam. Dimana seorang perempuan justru diberikan hak khusus untuk dilindungi, disayangi, dan dicintai. Salah satunya adalah dengan bekerjasama juga dengan KUA dalam membuat juknis penataran pra nikah.

Dalam waktu dua jam rasanya sangat kurang sekali apa yang kami didiskusikan. Intinya aku menangkap bahwa kekerasan seksual dan kesetaraan gender tidak bisa hanya diwujudkan oleh salah satu pihak, namun harus oleh seluruh masyarakat yang dimulai dari diri sendiri. 

Kalo kamu ingin tahu lebih lanjut program Prevention Plus ini, kamu bisa kunjungi website www.rutgers.id atau instagram @rutgerswpfindo eiah twitter nya juga ada lho @rutgerswpfindo dan akun Youtube Rutgers Indonesia.

Semoga bermanfaat! 

Wednesday, 30 September 2020

3 Tips Lancar Saat Menyusui Ala Amy

Aku mau share ama kalian gaes, share aja yaa bukan menggurui. Belajar dari pengalaman saat kelahiran anak pertama, khalif. Yang harus lahir secar dan aku beri sufor sejak lahir, dikehamilan kedua aku mempersiapkan diri lebih baik untuk memberikan ASI Eksklusif untuk Array. 

Waktu kehamilan pertama, aku kira semua Ibu ditakdirkan dapat melahirkan lancar dan menyusui anak dengan lancar pula, ternyata aku salah banget. Pada kenyataannya untuk melakukan proses melahirkan dan menyusui setiap orang punya takdir yang harus diusahakan. 

Setelah berusaha VBAC, anak keduaku lahir lagi dengan cara secar, Alhamdulillah. Meski gagal VBAC, tapi aku berhasil melakukan IMD (Inisiasi Menyusui Dini) dan memberikan Array ASI hingga umurnya yang sekarang 1tahun 1 bulan dengan metode DBF (Direct Breast Feeding) alias nyusu langsung dari nenen. 

Bukan nau pamer, tapi menurutku ada 3 hal yang harus dimiliki seoarang Ibu yang mau memberikan ASI untuk anaknya. 

1. Persiapan Mental

Beb, menyusui anak perlu mental yang kuat. Waktu anak pertama, aku bisa nitipin Khalif sama Mama, pas mau nenen yaa tinggal bikin sufor. Beda sama Array, sejak lahir setahun lalu, pasti tidur mesti banget sama aku. Sebelum enam bulan, aku sama Array tak bisa dipisahkan hehehe. Keluar rumah ada meeting dan lainnya paling lama cuma tiga jam karena DFB, dicoba perah Array nggak mau, hehehe. Jadi bener-bener beda ama Khalif dulu. Itu disisi waktu ya, belum lagi pas abis lahiran Array tuh lagi rame kicauan seorang dokter yang membeberkan fakta bahwa menyusui anak itu memberikan efek pada Ibu, kebanyakan efek negatif seperti menjadi lemot! Hahaha gilaa berkat cuitan itu beberapa temenku berhenti menyusui anaknya gaes. Dalihnya mereka memberikan pilihan lain biar nutrisinya lebih terpenuhi.Huhuhu, padahal kalo memang mau memenuhi nutrisi mah bisa diakalin mamaknya minum vitamin ataupun makanan bergizi tinggi dan seimbang. Iya kan? 

Banyak banget loh yang mempengaruhi mental kita saat menyusui. Qadarullah Array kena dermatitis atopik. Dan aku yang disalahin, katanya Array alergi ASI, hiks. Katanya aku jangan makan ikan, jangan makan dairy food, jangan makan kacang, dan jangan makan makanan bergizi lainnya, huhuhu. Padahal kan Array perlu omega 3, dan nutrisi lain yang notabene dilarang. Setelah ke dokter ternyata itu bukan pengaruh makanan tapi karena udara dan juga memang imun bayi yang masih menyesuaikan. Untungnya aku minum blackmores, jadi meski beberapa waktu nggak makan makanan bernutrisi, aku ngerasa masih ngasih ASI bernutrisi buat Array. Nggak cuma menyusui sih ya, rata-rata setelah lahiran adaaaaaa aja yang dikomenin dari seorang Ibu.Jadi beneran mental harus disiapkan matang-matang. Aku tipe yang nggak terlalu masukin ke hati juga sih. Jadi kalo ada yang komen koo gini koo gitu, aku senyumin aja. :) 

2. Moodbooster

Setelah diuji mental, maka cara terampuh biar bisa tetap menyusui adalah melakukan self love yang menjadi moodbooster. Kalo aku pas abis lahiran Array lagi suka nonton drakor, jadi yaa aku lanjutin aja. Terus aku juga suka jualan, hahah ini suka apa butuh. Jadi aku ngerasa seru aja kalo abis posting jualan, dan ada yang nanya-nanya. Oiah, pas lahiran Array, akutuh lagi aktif jadi member MLM, abis lahiran,aku langsung folow up loh gaes. Dan ada yang nyangkut tiap minggu dapet bonus. Moodbooster banget kan? Hahaha. 

Selain ngelakuin hal yang disukai, moodbooster aku juga dari makanan. Makanya agak bete ketika ada yang komen kalo dermatitis atopikmya Array dari makanan yang aku konsumsi, huhuhu. Aku kan waktu itu lagi suka banget yang cheessyy dan creamyyy. Pokoknya kumanjakan lidah dengan alasan busui mah bebas! Nggak takut gendut! 

3. ASI Booster

Setelah mood membaik baru deh aku minum ASI booster. Nggak perlu yang aneh-aneh sjh menurutku. Aku ngerasa udah cukup minum vitami untuk ibu menyusui, dan aku percaya Blackmores udah mencukupi nutrisi yang diperlukan untuk Array. Salah satu produk yang berasal dari Australia ini kini udah didistribusikan oleh salah satu perusahaan farmacy ternama di Indonesia. Yaitu, Kalcare. Jadi nyari blackmores nggak sesusah jaman Khalif sih. Waktu itu kudu ikut jastip dulu, sekarang kita bisa pesen diberbagai ecommerce kaya Tokopedia, Lazada, Blibli, dan Shopee. Belinya di official shopnya ya biar terjamin produknya itu asli. 


Kenapa Memilih Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold sebagai ASI Booster? 


Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG) mengandung 17 nutrisi esensial yang dibutuhkan oleh Ibu Menyusui:


  • Tinggi asam folat yang dapat bantu menjaga Ibu dari resiko anemia
  • Tinggi kalsium, untuk pertumbuhan tulang dan gigi buah hati dan juga mencegah terjadinya osteoporosis pada Ibu
  • Zat besi yang tidak menyebabkan konstipasi sehingga aman dan bantu Ibu jaga energi supaya tidak mudah sakit
  • Omega 3/DHA tidak berbau yang baik untuk pertumbuhan otak & mata buah hati, sehingga tidak menyebabkan mual saat dikonsumsi.
  • Vitamin & Mineral lainnya yang dibutuhkan oleh Ibu Menyusui.

Kurang apalagi coba? Yang aku suka dari produk ini, bukan cuma manfaatnya untuk membuat ASI berkualitas, ASI bernutrisi, dan aku jadi lancar menyusui tapi juga karena Kalbe Blackmores Nutrition berkomitmen dalam mendukung upaya pemenuhan nutrisi Ibu Hamil dan Menyusui, serta memahami bahwa semua Ibu di Indonesia berhak untuk mendapatkan nutrisi yang cukup untuk mendukung kesehatannya dan buah hati. 

Kalbe Blackmores Nutrition bermitra dengan Yayasan Bumi Sehat sejak tahun 2017 untuk membantu pemenuhan gizi Ibu Hamil dan Menyusui melalui pembagian 12.000 botol Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold setiap tahunnya di Klinik Bumi Sehat, yang tersebar di 3 kota yaitu Denpasar, Aceh, dan Papua. Untuk kegiatan lainnya, kita bisa liat di websitenya https://www.blackmores.co.id/mom-and-baby/  atau kepoin instagramnya @blackmoresid apalagi tiap menyambut World Breastfeeding Week, Blackmores pasti punya kegiatan seru banget buat ibu-ibu Hamil dan Menyusui.

Nah aku mengkonsumsi Blackmores ini setiap habis sarapan dan makan malam. Kapsulnya memang agak besar. Jadi kudu banget sediain air sebelum minum ini ya. Kalo nggak nanti meleug gaes. 

Itu aja kali ya gaes tips lancar menyusui ala aku. Aku nggak mau nulis mengASIhi seakan ibu yang gagal memberikan asi ekslusif adalah ibu yang nggak sayang sama anaknya. Karena menurutku semua ibu pasti sayang sama anaknya. Sama seperti aku yang sayang sama anak pertamaku. Jadi semangat teruuuus buat para ibu yang sedang berjuang untuk memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya! 

Semoga bermanfaat. ^_^

Saturday, 5 September 2020

Tips #MandiBebasWorry Untuk Bayi Baru Lahir

Gaes kalian tahu kan kalo aku sekarang sudah punya dua orang anak? Hehehe, kali aja ada yang belum tahu. Kalo dulu pas zaman Khalif, aku masih di bantuin Mamah mulai dari mandiin, ngasih makan, bahkan karena Khalif dulu nggak ASI Ekslusif, sering banget tidurnya ama Mama, itu berjalan sampai Khalif usia 1 tahun-an. Berbeda dengan kakaknya, di anak kedua kali ini aku mulai mandiri *ciyee* Tetep sih pas belom puput, Array masih di mandiin Mama. Dengan sedikit keberanian, ku coba mandiin Array sejak usia 10 hari. Huhuhu, gimana yaaaa rasanya, sudah diungkapkan. Seneng karena bisa mandiin bayi sendiri sekaligus khawatir, ini mandiinnya bersih nggak ya? Dan aku takut Array jatoh gitu pas di balikin diatas tempat mandinya. 

Dengan seuprit pengalaman memandikan bayi baru lahir, aku mau coba share nih buat para new mom dan mamah muda tips and trik #MandiBebasWorry bayi baru lahir. 

1. Jangan mandikan bayi langsung di kamar mandi. Setidaknya sediakan satu wadah khusus untuk air mandi bayi. Kalau saya memandikan Array diatas Kasur yang dialasi dengan perlak. 

2. Gunakan Air yang tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin, alias anget-anget kuku. 

3. Gunakan Sabun mandi khusus bayi, akan lebih baik langsung menggunakan sabun yang sekaligus shampoo agar bayi tidak mandi terlalu lama. 

Eiah, setelah dua minggu, aku sempet panik karena muncul ruam di wajah Array. Beberapa kali konsultasi ke dokter katanya itu adalah alergi. Aku bingung sih alergi apaan ya Array? Makanan? Ada yang bilang Array alergi ASI, OMG. Jadi gini, jangan salah kaprah ya, nggak ada anak yang alergi ASI, tapi alergi pada nutrisi yang terkandung didalamnya, yang notabene adalah nutrisi yang juga dimakan sang Ibu. Aku memang nggak pantang makanan. Sambel, ikan asin, jengkol, apapun aku makan. Setelah konsul sana sini, aku akhirnya tahu kalo yang bikin anak kulitnya ruam itu ada banyak faktor, karena belum memungkinkan test alergi (mahal ya beb, wkwkwk) akhirnya aku coba mensortir berdasarkan makanan yang aku makan dulu. Ternyata masih tetep ruam, malah makin parah. Akhirnya aku coba ganti sabun mandi, dan ternyata Alhamdulillah ruamnya mereda. Ditambah oles salep juga sih. Semenjak ruamnya mereda, aku nggak berani ganti-ganti sabun mandi Array lagi.

MY BABY Hair & Body Wash

Inilah sabun yang memiliki formula lembut dan dibuat dengan perpaduan bahan-bahan alami. Berfungsi 2 in 1, MY BABY Hair & Body Wash praktis untuk membersihkan rambut sekaligus badan si kecil. Kandungan lidah buaya dan alpukat di dalamnya, bermanfaat menjaga kelembapan kulit serta membantu pertumbuhan rambut si kecil, namun tidak licin serta mudah dibilas. Telah teruji di laboratorium terakreditasi, keefektifannya membersihkan kuman hingga 99%.  Sabun ini sangat direkomendasikan apalagi ketika masa pandemi ini. Iya nggak? Sebagai seorang Ibu kita pasti khawatir banget kan anak terkena virus dan kuman. Selain memandikan dengan Sabun My Baby Hair & Body Wash ini, aku juga belum mengajak Array ketempat-tempat ramai pengunjung. Array dan Khali cuma melakukan mobilitas di rumah Mama, Rumah Mertua, dan Rumah Uyutnya, hehehe.





Wednesday, 12 August 2020

3 Tips Merawat Wajah Agar Tak Berjerawat!

Duluuuu banget pas masih sekolah aku termasuk anak yang jerawatan. Sempet insecure, tapi untungnya ngerasa putih dan agak tinggi, jadi insecure gegara jerawat itu tertutupi, wahahaa. Branding diri yang jadi bullyan adalah sipit, so jerawat yang dateng keroyokan itu nggak terlalu aku khawatirkan. Im lucky to be me pokoknya. Peduli amat mau jerawatan apa nggak, aku sayang sama diri sendiri, whe :p

Tapi kenyataannya nggak sepede itu juga sih, setelah lulus dan belajar photoshop, aku mulai sadar kalo wajah berjerawat ini harus dirawat biar mulus kinclong, bukan di edit. Maap dulu belom ada filter ig atau kamera jahat.

Langkah Pertama Mengobati Jerawat

Segala macem obat jerawat udah di coba, sampe akhirnya aku ketemu salah satu dokter kecantikan, dan dari beliau aku baru sadar kalo ternyata selama ini aku ALERGI susu. Jadi mau sebersih apapun aku cuci muka dan pake obat jerawat, selama aku masih konsumsi susu, ya aku bakal tetep jerawatan. Jerawatnya bukan cuma bruntus yaa gaes, dulu tuh jerawat aku pada gede-gede gemes. Sejak tau alergi, aku stop makan dan minum apapun yang ada susunya. Cheating-cheating dikit lah, minum kopi susu, wkwkwk. Nah ini jadi catetan penting buat para pejuang Acne buat cari tahu dulu penyebab jerawatnya tuh apa? Makanan, hormon, atau bakteri?

Saturday, 25 July 2020

Mama's Choice Menghilangkan Pegal-pegal Dengan Aman dan Menyenangkan!

Gaes, gimana selama PSBB dirumah? Masih waras kan? Kalian dirumah jadi #TeamRebahan atau #TeamBeresBeres? Kalo aku selama awal PSBB jadi #TeamRebahan, nggak dari PSBB sih, dari tahun 2015 aku udah jadi #TeamRebahan wkwkwk. Tapi siapa sangka, disaat orang-orang mulai work from home, aku malah harus kerja keluar rumah. Alias ngantor lagi, huhuhuhu. Yang biasanya aku seharian rebahan dikasur, sekarang selama 8 jam harus nongkrong depan komputer. Kesan pertama setelah 5 tahun kerja dirumah, sambil rebahan, lalu jadi workingmom adalah PEGEL-PEGEL! SAKIT PINGGANG DAN SAKIT KEPALA.



Berasa kaku banget semua badan aku gaes. Begitu pulang dari kantor pas hari pertama yang aku lakukan adalah ngelurusin badan, minta pijit sama suami, dan minum obat pegel linu. Besoknya, aku sakit kepala lagi. Jadi aku tuh kalo pegel dikit gitu suka langsung sakit kepala dari leher. Nyambung ke pundak, punggung, sampe tulang ekor. Malah dulu aku pernah linu banget pinggang ampe nggak bisa bangun. Kebayang nggak?

Tuesday, 23 June 2020

Periksa Kesehatan Tanpa Keluar Rumah dengan Aplikasi Halodoc

Sebelum PSBB, kalian sempet pergi ke mall nggak gaes? Pas pandemi corona, aku termasuk yang masih jalan-jalan ke tempat-tempat keramaian kaya mall dan taman. Terakhir banget aku ketemuan sama sahabat aku yang sekarang tinggal di Tangerang, niatnya kita mau staycation bareng. Tapi batal, jadinya cuma ngemall sambil ngasuh anak bareng. 


Perjalanan pulang dari mall ke rumah, kita naik taxi online. Eh, drivernya bersih-bersin dan batuk-batuk, gatau kenapa koo auto mikir corona, wkwkwk. Seolah bisa baca pikiran kita, drivernya langsung cerita dia abis makan rujak potong dingin, bersih karena ada bubuk cabenya keisep, batuk juga karen kaya ada sisa pedes di tenggorokan.