Skip to main content

Mengenal "Mas Gagah"

Suatu malam di grup whatsapps blogger muslimah, beberapa rekan membicarakan sebuah buku yang akan di filmkan dan saya belum pernah dengar namanya. Saya nggak tahu itu novel, teenlit, atau buku apa. Tapi yang jelas judulnya "Ketika Mas Gagah Pergi". Saya yang baru bergabung di komunitas blogger muslimah langsung bertanya "Itu buku apa?", konon buku tersebut di cetak sampai 29 kali. Terbit pertama kali tahun 1992. 



Buku ini adalah buku kumpulan cerpen, dan yang di jadikan judul buku tersebut adalah sebuah cerpen "Ketika Mas Gagah Pergi", saya jadi penasaran koo bisa cerpen sampai 29 kali cetak? Menurut info, cerita pendek inipun akan di filmkan dengan judul yang sama. Uniknya, film ini tidak di produksi oleh Production House komersil. Ada keideliasme-an tersendiri dari penulis, bahkan mencari pemeran utamanya saja memerlukan waktu bertahun-tahun! WOW! Lebih WOW lagi, film ini memberikan kesempatan pada kita semua untuk mengikuti crowd founding.

Makin penasaran dong segimana kerennya cerita ini sampai harus seideal itu? Saya akhirnya membaca cerpen tersebut dari postingan Mba Via di group facebook Blogger muslimah.com. Ada karakter yang namanya membuat saya jealous,*manusiawi* *abaikansaja* *tapi pemeran utama* *gimana dong?* tapi tidak membuat saya berhenti membaca cerita pendek ini.


Saya merasa ada yang mainstream disana. Pemeran utama selalu di pertemukan dengan hal-hal baik, setelah sebelumnya juga melakukan hal-hal yang baik. Mungkin bukan mainstream, tapi memang kenyataannya seperti itu, ada banyak hal baik yang menghampiri kita namun kadang kita tak menyadarinya. Ada hal buruk menurut kita, padahal di kejadian tersebut ada hikmah yang seharusnya bisa membuat kita menjadi lebih baik.

Kembali lagi ke cerpen tersebut, saya jadi ingat apa yang suami saya sampaikan beberapa waktu lalu, tentang hal-hal islami yang seharusnya saya pelajari dari dulu. Membaca tentang "Mas Gagah" membuat saya memvisualisasikan "Mas Gagah" dengan rupa suami saya, hehe. Bagaimana suami saya menyampaikan cerita-cerita tentang pergolakan timur tengah, bagaimana suami saya menceritakan tentang hal-hal apa saja yang seharusnya kita lakukan di dunia. Kalau suami saya jadi mas Gagah di film ini, saya mau deh jadi Gita-nya! *wink* Saya kan dulu anak teater hihi. Tapi kan suami saya nggak pinter acting. Jadi gimna dong? Yaudahsih. Rasa penasaran saya makin besar karena ada banner ini.


Kemudian sayapun berkunjung ke www.masgagah.com, ini adalah web resmi dari para pejuang "Mas Gagah" isi dari webnya banyak banget! Saya sampai pusing mau berkunjung kemana dulu, isinya bermanfaat semua. Para pecinta Mas Gagah ini bukan hanya melakukan pembuatan film, tapi ada juga program-program lain yang bermanfaat. Mulai dari latihan kepenulisan, seminar pendidikan anak, sampai lomba-lomba yang bermanfaat. Saya merasa sedih, selama ini saya kemana saja? Koo tidak tahu ada program ini? Nama mba Helvy saja baru saya tahu *tepokjidat*.

Apakah cuma saya sendirian yang nggak tahu tentang "Ketika Mas Gagah Pergi" ini? Atau kamu juga? Biar kita nggak ketinggalan buat berkontribusi pada film yang Insyaallah memiliki banyak manfaat ini, yuk kita patungan untuk film ini!

http://masgagah.com/crowd-founding/cara-donasi/

Sudah jelas kan caranya? Eh ternyata bukan cuma donasi harta yang bisa kita berikan untuk kontribusi pada film ini loh! Kalau kamu adalah muslimah yang hobby ngeblog, kamu bisa bikin sebuah artikel tentang "Mas Gagah" versi kamu. Bisa tentang review cerpennya, bisa tentang pengalaman kamu nyari bukunya, atau ide lain yang kamu tulis di blog. Gampang kan? Iya, ini adalah proyek yang insyaallah penuh dengan kebaikan. Nggak susah kan?  Apalagi sekarang bulan Ramadhan, waktu yang special untuk menyebar hal-hal baik kepada sesama. ^^



Nah apakah kamu ingin mengenal lebih dekat dengan Mas Gagah? Dan siapa yang kira-kira akhirnya terpilih jadi pemeran "Mas Gagah"? Keep in touch at www.masgagah.com atau di twitter @sahabatmasgagah atau facebook Sahabat Mas Gagah  :)

Comments

  1. meluncur ke wenya mas gagah ah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siip mba (y) makasih sudah berkunjung kemari :D

      Delete
  2. Replies
    1. Mbaa hani, jangan nangis *cupcupcup*

      Delete
    2. Mba Amyyyy, tissuee mana tissuee? :v

      Delete

Post a Comment