Skip to main content

Tentang Pernikahan : Menikah Selain Hari SABTU dan MINGGU

Kalau di ibaratkan, usia pernikahan gue dan Rudi baru seumur jagung, baru satu bulan. Tapi gue ngerasa udah lama banget tinggal bareng Rudi. Buat yang belum tahu, Gue dan Rudi nikah tanggal 1 mei 2015, hari Jumat. Banyak yang nanya "Koo nikahnya hari Jum'at?" atau "Pake itung-itungan adat mana?", memang menikah di hari selain Sabtu dan Minggu selalu menjadi hal yang dikait-kaitkan dengan hitung-hitungan wedal alias hari lahir di masyarakat Indonesia. 


Sudah tidak asing lagi sering kita dengar kata "Hari baik" menurut "Kyai A atau Haji B", gue sih merasa semua hari itu baik. Lalu mengapa Gue dan Rudi tidak memilih hari Sabtu atau Minggu yang lazim di gunakan pasangan lain? Hehehe, FYI awalnya kita berniat menikah di bulan november 2014, hari sabtu tanggal 1. Mengapa? Karena rumusan alias perhitungan kita sih awalnya adalah hari libur di awal bulan, biar yang dateng baru pada gajian. Wkkwkwkw. Tapi karena satu dan lain hal, akhirnya kita memutuskan untuk menunda waktu pelaksanaan pernikahan.

Kita memutuskan untuk menikah di tahun 2015 saja, lalu kita berfikir kira-kira kapan ya? Inginnya sih tanggal cantik, tanggal 15 bulan 15 tahun 2015. Tapi kan nggak ada bulan 15? Hihihihi. Lalu terlintaslah 1515, alias 1 Mei 2015. Waktu ngobrolin masalah tanggal ini, gue cuma liat dari kalender handphone, pas di liat ternyata hari Jumat. Tapi tanggalnya bagus, jadi gimana?

Setelah gue dan rudi sepakat, barulah kita ngobrol ke orang tua masing-masing tentang rencana pernikahan yang di undur itu. Gue bilang sama Mamah dan Papah, mereka sih oke-oke aja. Papa bilang "Ini kita nggak akan di tangkep polisi kan? 1515 itu kalau di baca kaya ISIS." Ehehehehe, iya juga ya. Nggak apa-apalah siapa juga yang mau nangkep, yang penting tanggalnya udah bagus. Tapi hari Jumat? Mamah bilang sih "Akad dulu aja hari Jumatnya, nanti sabtu atau minggunya resepsi.." Oke, DEAL.

Namanya manusia, hidup penuh flexiblelitas. Pas diliat lagi, ternyata 1 Mei 2015 itu hari Buruh, May Day, alias tanggal merah. Cihuuuy! Rencana Akad dan Resepsi yang di bedakan haripun akhirnya hancur, sepakat lagi deh buat menyatukan hari Akad dan resepsi. Tapi namanya hidup yaa harus ada konflik, setelah ngeribetin hari sekarang ngeribetin waktu. Kalau biasanya resepsi pernikahan dimulai jam 11 sampai jam 2, alias pas jam makan siang, terus ini hari Jumat gimana? Sebenernya sih nggak gimana-gimana, cuma nggak umum aja gitu. Salah juga nggak, cuma yaa beda aja sama yang biasanya. Akhirnya kita memutuskan akan jam 9 AM, dan resepsi jam 1 PM sesudah shalat Jumat.

Nikah itu gampang, tapi koo kadang sering dibikin ribet yah? Hehehe, syarat nikah itu cuma enam.
1. Calon mempelai Pria
2. Calon mempelai Wanita
3. Wali dari calon mempelai Wanita
4. Dua saksi laki-laki yang adil
5. Mahar / Mas kawin
6. Ijab Qabul.

Nggak ada tuh aturan nikah harus hari sabtu atau minggu. Harus pagi atau siang atau malem, BEBAS! Cuma yaa namanya manusia hidup bermasyarakat, mungkin harus menyesuaikan diri. Setahu gue sih mungkin, kebanyakan orang libur di hari sabtu dan minggu sehingga agak aneh kalau ada yang menikah di lain hari sabtu dan minggu. Terus juga sebenernya nggak harus ada resepsi. Tujuan walimahan sendiri kan biar nggak ada fitnah ketika nanti pasangan yang sudah menikah itu tinggal serumah, bukan pamer atau riya. Tapi kalau memang bisa menjamu undangan dengan sangat baik juga boleh banget, ngehidangin makanan yang enak dan lengkap, serta dekorasi yang keren, nggak salah koo asal nggak berlebihan :)

Jadi buat kalian yang sekarang lagi mau nikah tapi bingung masalah "Dana" untuk melangsungkan resepsi pernikahan, sudahlah nak jangan terlalu di pikirkan, karena yang menjadi tolak ukur suksesnya pernikahan bukanlah sebuah resepsi yang mewah dengan pesta dan dekorasi yang megah. Yang penting SAH dan kelak keluarga kita menjadi keluarga yang di penuhi orang-orang penuh berkah, yang menjadi berkah juga untuk bumi dan seisinya. Aamiin.

Baru nikah aja sok tahu. Iya emang, tapi gue share ini untuk kebaikan looh, yang setuju ya monggo, yang nggak setuju yaa sebaiknya setuju hehehe. Bukan materi saja yang di perlukan untuk menikah, mental juga. Mental yang kaya gimana? Nanti gue share lagi yang gue tahu yaa, mungkin kalau kalian punya ilmu dan info lain, boleh share juga ^^


Comments

  1. Saya juga nikahnya hari Rabu, hihi. Salam kenal Mbak :)

    ReplyDelete
  2. Salam kenal mba, hehehe iya. Nggak masalah hari apa aja, yang penting SAH ya mba :D

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete

Post a Comment