Apa yang pertama kali kita perhatikan ketika bertemu dengan orang lain? Kalau saya sih wajah dan penampilannya. Apalagi saat masih bekerja dan diberi kewenangan untuk merekrut karyawan baru. Meski ada yang mengatakan jangan melihat seseorang dari penampilannya, tapi tetap saja menurut saya wajah merupakan salah satu bagian terpenting yang menunjukan karakter seseorang. Sadar akan hal tersebut, saya selalu mencoba untuk membuat wajah saya berseri. Saat masih sering keluar rumah, saya mengusahakan diri untuk selalu berdandan minimal menggunakan bedak dan lipstick. Namun setelah menikah, saya lebih sering diam dirumah dan jarang melakukan perawatan kulit, apalagi bermake up.
Kemalasan saya merawat diri makin jadi ketika saya hamil. Sekitar sebulan yang lalu, saya berkunjung kerumah mamah di Margaasih, lalu bertemu dengan salah satu teman masa kecil saya, namaya Indah. Dia bilang “My, anak kamu kayaknya cowok deh!”, saya sih senang saja mendengarnya. Pasalnya saya dan suami tidak mempermasalahkan jenis kelamin dari janin yang sedang saya kandung saat ini. “Emang kenapa? Koo bisa judgement gitu?” saya basa-basi alasannya. Indah bilang “Iya abis kamunya kucel! Hahaha...” meski bernada bercanda, tetap saja saya menyimpan ucapan indah. Saat bercermin, saya jadi berfikir untuk mulai peduli lagi pada kulit saya khususnya pada wajah saya yang dibilang kucel ini, hiks.