Surat Untuk Ibuku tercinta, Mamah.
Apa kabar Mah? Semoga Kau selalu diberikan limpahan karunia dari Tuhan. Ini adalah curhatanku, anakmu yang sudah hampir berusia 26 tahun. Sebentar lagi akan memberikan cucu untukmu. Apakah cucu bisa dikatakan sebagai hadiah? Hehe, entahlah. Pastinya kelak kau akan menyayangi anakku. Iya kan? Ah, aku malu. Rasanya belum pernah bisa memberikan hadiah yang sesuai dengan harapanmu.
Aku masih sangat ingat. Ketika kau meminta hadiah Qur’an saat aku bertanya ingin apa untuk hari Ulang tahunmu. Tapi ukuran hurufnya kurang besar sehingga kadang kau kesulitan membacanya. Pernah kau memintaku untuk membelikan baju dengan bahan yang nyaman sebagai oleh-oleh dari Bali, akupun mencoba membelikan yang sesuai dengan keinginanmu, namun masih saja kekecilan. Dan sekali waktu aku membelikanmu kosmetik, kaupun tak suka warnanya. Hadiah-hadiahku selalu saja gagal. Untungnya kau sangatlah baik, kekecewaanmu selalu kau tutupi dengan ucapan “Terimakasih” sambil memelukku lalu terkekeh menertawakan kegagalan itu.