Showing posts with label fiksi. Show all posts
Showing posts with label fiksi. Show all posts

Friday, 20 November 2015

20 November 2013: Langkah Awal Dipertemuan Kelima


Hai kamu yang sedang ada disana. 
Aku hanya ingin mengenang, apa yang pernah terjadi pada kita.
Dua tahun yang lalu, kita sepakat merajut jalinan kasih sayang yang tak akan terputuskan.
Kita berpendapat apa yang kita jadikan impian haruslah disegerakan.
Ya, kala itu bukan pertama kali kita bertemu. Itu pertemuan kelima kita, dan lalu menjadi awal langkah.

Mata yang penuh binar, terpapar bahagia. Pertemuan pertama disebuah kedai dekat pusat kota. Kamu berkata tak sengaja ingin makan di tempat yang sama denganku. Ah, kurasa itu takdir. Namun ternyata bagimu itu taktik. Samar kuingat, jaket yang kamu kenakan. Senyuman yang kamu persembahkan. Madtari menjadi saksi, bersama beberapa kawan.

Tuesday, 27 October 2015

Teatrikal Asap - Dendam Tak Akan Padam

"Gimana? Berhasil?" Suara dari seberang terdengar sangat penasaran. Seorang wanita yang sedang terhubung dengan pria melalui telepon tersenyum.
"Tentu saja.. Ini pekerjaan mudah.. Saya sudah akan berangkat ke negara sebelah.."
"Kamu yakin kan tidak ada yang mencurigai?"
"Tentu saja tidak, tapi dalam waktu lima jam, jika semua transaksi belum selesai, saya rasa semua ini akan cepat terungkap.." wanita berbibir tipis dengan sapuan lipstik merah tua memutuskan sambungan telepon. Ia berjalan membawa kopernya menuju gate penerbangan yang akan ia tuju. Tertulis ditiket yang diserahkan pada petugas, Singapura. 

***

Sudah beberapa bulan kasus kabut asap terus terjadi di Indonesia, alasan utamanya adalah kebakaran hutan. Konon kebakaran ini disebabkan pembakaran liar. Desas desus yang beredar, banyak perusahaan yang memangkas biaya pemerataan lahan dengan cara membakarnya. Dan hasilnya justru kerugian negara makin besar. Mulai dari penerbangan yang kerap delay, sampai pada kesehatan masyarakat yang menjadi tumbal. Bahkan sudah ada korban jiwa dari kasus kabut asap tahun ini. Pelakunya masih belum teridentifikasi, entah memang sengaja tidak dicari.

Friday, 24 July 2015

Syawal 1436 H: Surat dariNYA.

source : google.co.id

Siang sayang, sudahkah kau mengingatKu?
Mengambil air wudhu untuk membersihkan tubuhmu yang terkena terpaan panas mentari, cobalah kau sebut namaKu. Aku rasa itu akan membuatmu lebih baik, ketimbang kau harus menanggung kesedihan yang kau rasa hanya karena seseorang yang tak bertanggung jawab itu.

Maaf yaa sayang, jika jalan kehidupanmu terlalu berat, tapi sesungguhnya Aku mengatur itu semua karena Aku ingin kau menjadi seseorang yang kuat. Kau boleh menangis, tapi jangan karena dia. Menangislah, karena kau tahu bahwa sebenarnya banyak hal lain yang bisa kau lakukan ketimbang memikirkan seseorang yang bukan muhrim-mu.