Akankah doa kita sampai pada orang yang sudah meninggal dunia?
Pikiran ini muncul ketika Ramadhan hampir tiba, seringkali sebelum atau sesudah hari raya Idul Fitri, masyarakat melakukan "Ziarah" atau "Nyekar", alias mengunjungi makam sanak saudara, terutama orang tua yang sudah lebih dulu meninggal. Bagi beberapa orang hal ini mungkin sangat sepele, dalam artian tanpa perlu dipikirkan mungkin sudah tahu jawabannya. Tentu saja doa anak yang sholeh akan sampai pada orang tuanya. Bahkan salah satu amal yang tidak terputus adalah mendidik anak-anak menjadi anak yang sholeh. Well, bagaimana jika orang tua kita berbeda agama?
Gambar diatas adalah makam nenek saya. Nenek dari Mamah, alias Mamahnya Mamah saya. Semasa hidup beliau menganut agama kristen katolik. Sering kali saya dengar, mendoakan non muslim yang sudah meninggal seperti mengisi air dalam gelas terbalik. Tak akan pernah terisi. Bahkan ada pula yang mengatakan tidak boleh mendoakan orang yang meninggal namun tidak memeluk agama islam. Lalu bagaimana jika itu orang tua kita?
Pikiran ini muncul ketika Ramadhan hampir tiba, seringkali sebelum atau sesudah hari raya Idul Fitri, masyarakat melakukan "Ziarah" atau "Nyekar", alias mengunjungi makam sanak saudara, terutama orang tua yang sudah lebih dulu meninggal. Bagi beberapa orang hal ini mungkin sangat sepele, dalam artian tanpa perlu dipikirkan mungkin sudah tahu jawabannya. Tentu saja doa anak yang sholeh akan sampai pada orang tuanya. Bahkan salah satu amal yang tidak terputus adalah mendidik anak-anak menjadi anak yang sholeh. Well, bagaimana jika orang tua kita berbeda agama?
Gambar diatas adalah makam nenek saya. Nenek dari Mamah, alias Mamahnya Mamah saya. Semasa hidup beliau menganut agama kristen katolik. Sering kali saya dengar, mendoakan non muslim yang sudah meninggal seperti mengisi air dalam gelas terbalik. Tak akan pernah terisi. Bahkan ada pula yang mengatakan tidak boleh mendoakan orang yang meninggal namun tidak memeluk agama islam. Lalu bagaimana jika itu orang tua kita?
