Friday, 23 November 2018

Kerja Dari Rumah Dengan Menjadi Pelaku Ekonomi Kreatif

“Pagi ke pagi ku terjebak di dalam ambisi.. Seperti orang-orang berdasi yang gila materi.. Rasa bosan membukakan jalan mencari peran.. Keluarlah dari zona nyaman... Sembilu yang dulu.. Biarlah berlalu.. Bekerja bersama hati.. Kita ini insan bukan seekor sapi..” sebuah lagu dari Fourtwnty dinyanyikan Rudi, suami saya yang saat itu memutuskan untuk resign dari pekerjaan yang sudah digelutinya selama 7 tahun. Pekerjaan yang mungkin didambakan orang lain, ia rela lepas demi waktu yang lebih bebas bersama keluarga.


Bukan tanpa rencana, laki-laki tulang punggung keluarga ini sudah memikirkan bagaimana jalan hidupnya yang selama ini hanya menjadi “orang biasa”. Memang di keluarga kami, bekerja adalah sebuah keharusan, seperti impian. Semua anak diberi pendidikan untuk kelak bekerja diperusahaan besar dan memiliki gaji besar. Wirausaha, menjadi satu fokus kami sekarang, tak hanya menambah pundi rupiah, tapi juga ingin bermanfaat bagi orang lain.

Wirausahawan Bidang Ekonomi Kreatif


Sebelum resmi mengundurkan diri, suami punya plan akan menjalankan bisnis MLM yang juga bisa menjadi Payment Point Online Bank (PPOB), ingin membuka coubnter handphone, ingin punya grosir sembako, dan ingin punya toko mainan. Oh iya, suami juga ingin punya bengkel, kalau saya ingin punya salon dan tempat spa. Banyak ya! Wkwkwkwk, tapi itu hanya wancana, kami melakukan yang paling mudah diwujudkan yaitu menbuka PPOB dan menjalankan bisnis MLM. Hingga kini, suami mulai merambah usahanya ke jual beli handphone baik cash maupun credit. Pernah juga sih, kita jualan baso Dilan, wkwkwk.


Jauh sebelum suami resign, awal tahun 2015 saya sudah memutuskan untuk tidak lagi bekerja kantoran. Dengan pengalaman menjadi social media officer, saya mulai menjadi freelancer untuk brand yang ingin social medianya di manage dan melakukan campaign brand awareness. Pekerjaan yang erat dengan dunia digital ini membawa saya makin dekat dengan blogging. Punya blog alay sejak 2008, saya mulai serius dan ikut komunitas blogger sejak akhir tahun 2015. Sempat ingin berhenti, karena keluarga meminta saya untuk bekerja lagi. Pun dengan suami saya, banyak yang menyayangkan keputusannya untuk bekerja dari rumah. Dan Allah masih memberikan sinyal bahwa industri yang saya dan suami pilih tidaklah salah.


Hari ini, 23 November 2018 saya dipertemukan dengan Pak Andoko Arta di acara Flash Blogging 4 tahun Indonesia Kreatif di Hotel Aryaduta Bandung. Dalam kesempatannya pak Andoko menjelaskan anak muda di Indonesia sudah dijembatani passionnya oleh pemerintah. Untuk yang bergerak di ekonomi kreatif bisa banget kunjungin webnya Bekraf, dan nemuin kesempatan-kesempatan kerjasama yang ada, kaya pelatihan hingga bantuan dana untuk mewujudkan usaha kita.

Wirausaha Baru Jabar

Pemerintah emang lagi berusaha meningkatkan ekonomi rakyat dengan berbagai cara, saya sendiri pernah merasakan manfaatnya. Awal tahun 2018, saya sempat mengikuti seleksi Wirausaha Baru Jawa Barat Bidang Jasa Salon dan Kecantikan, Alhamdulillah setelah ikut seleksi administrasi, tes online, dan wawancara akhirnya saya terpilih. Selama 4 hari, para peserta WUB diajak untuk mengikuti pelatihan berdasarkan usia usahanya. Karena saya pemula, maka saya ada di tahap ide bisnis. 


Banyak sekali materi yang cukup membuat saya makin percaya diri untuk memulai usaha Salon dan Spa yang pernah terbengkalai. Mulai dari pembuatan plan usaha, mengatur cash flow, sampai skill tata rias yang kalo bayar mah itu abis kali 10 jutaan. Alhamdulillah ya. Selain itu dapat juga teman-teman baru yang sama-sama ingin berwirausaha.

Sebenernya kalo kita mau melek informasi, banyak sekali peluang terutama dibidang ekonomi kreatif yang bisa kita lakukan. Enaknya, ekonomi kreatif itu nggak wajib ngantor, pokoknya sesuai passion anak muda zaman now. Baca juga yuk: 5 Ide Pekerjaan Kreatif Ibu Rumah Tangga

Alhamdulillah, sampai saat ini saya  dan suami berhasil survive dengan pekerjaan kami di Industri Ekonomi Kreatif. Semoga makin  banyak teman-teman yang juga mau memanfaatkan teknologi sehingga muncul perusahaan-perusahaan unicorn seperti Gojek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak. Aamiin ^_^


No comments:

Post a Comment