Showing posts with label drama korea. Show all posts
Showing posts with label drama korea. Show all posts

Tuesday, 31 May 2022

Review Drama Korea Green Mothers Club : Kisah Para Ibu Dalam Membesarkan Anak dan Hidup Bersosialisasi dengan Tetangga

Review drama korea Green Mother Club's. Drakor ini mungkin nggak termasuk ke Drakor Hits, tapi karena udah tamat, aku yaa nonton aja. Iya, aku lebih suka nonton drama korea yang udah complete atau udah selesai tayang, karena aku tipe penonton sat set sat set, alias males dibuat penasaran. Untuk alur ceritanya, aku ngerasa ini mirip-mirip sama Sky Castle, The Penthouse, dan High Class. Iya kisah tentang membesarkan anak di korea selatan, yang bisa di bilang sangat ambisius untuk jadi yang terbaik di lingkungannya. 

Di episode pertama, kita disuguhkan dengan pengenalan karakter-karakter utama di drama Green Mother ini. Mulai dari penghuni Griya Trawang, yang di sebut juga sebagai Sang Dewi (Seo Jin Ha), yang punya anak namanya Henry dan punya suami yang namanya Louis. Pemeran utama dalam Drama Korea Green Mother ini adalah Lee Eun Pyo, seorang ibu rumah tangga yang awalnya nggak terlalu peduli sama nilai anaknya, tapi semenjak pindah ke lingkungan baru Eun Pyo jadi ngerasa harus bisa beradaptasi dan menjadikan anaknya menjadi siswa terbaik. Nama anaknya adalah Jung Dong Seok dan Jung Dong Ju, dan punya suami seorang polisi bernama Jung Jae-Ung.

Sunday, 21 August 2016

5 Dampak Negatif Drama Korea Yang Sebaiknya Dihindari

Apakah kamu salah satu penggemar drama ataupun film korea seperti teh Lendy?
Saya termasuk salah satu penyuka drama korea, bahkan dari tahun 2002 pas Korea Selatan masuk putaran perempat final piala dunia saya udah membela mereka. Dan pas korea selatan kalah lawan jerman, saya nangis! Sedih aja gitu, padahal dulu belom musim drama korea. Drama asia yang Berjaya adalah drama jepang dan yang hits ada juga drama Taiwan, Meteor Garden.

Improvisasi dulu lah ya :D
Lama kelamaan, drama korea mulai menjamur. Demam K-Pop melanda anak-anak muda sampai mamah-mamah muda. Sisanya, Ibu-ibu komplek dan nggak sedikit juga para pemuda yang suka segala macam tentang korea. Istilahnya Negara Indonesia sudah terserang Hallyu, gelombang korea. Namun saya merasa ada yang salah. Saya pernah selama lebih dari 20 jam nggak tidur hanya demi menamatkan drama korea yang sedang saya tonton. Padahal mah bisa di pause. Ada juga sih film korea yang pendek durasinya, paling satu atau dua jam. Kaya yang dibahas Teh Lendy, yaitu One Way Trip (2015). Salah satu film korea yang jadi favorite saya adalah Miracle In Cell Number Seven. Film tersebut berhasil bikin saya nangis temehek-mehek mengalahkan rasa sedih saya pas lihat Korsel kalah lawan Jerman.


Emang sih nonton film maupun drama korea itu bisa bikin kita terhibur dan ada juga pelajaran-pelajaran yang diambil dari jalan ceritanya. Tapi, sorry to say ternyata saya merasa nonton drama korea itu lebih banyak mudharatnya dari pada manfaatnya. *siap-siap ditimbuk para k-popers*