Showing posts with label kumpulan emak blogger. Show all posts
Showing posts with label kumpulan emak blogger. Show all posts

Friday, 29 December 2017

Madinah Cake : Harga dan Promo Cantik Bikin Liburan di Bandung Makin Asik

Kota Madinah adalah salah satu kota di Arab Saudi yang konon amat sangat dirindukan siapapun yang pernah menginjakan kakinya disana. Karena belum pernah ke Madinah, saya masih menganggap Bandung adalah kota paling ngangenin. Ada banyak alasan untuk meninggalkan kota Bandung, namun masih banyak lagi alasan untuk tetap disini mengukir lebih banyak kenangan yang membahagiakan.


Berharap semua penggemar cake milik artis Angle Lelga ini merindukan kembali cakce-nya, maka nama Madinah Cake-pun dijadikan brand usaha pacar Vicky Prasetyo ini. Beruntung, saya bisa jadi salah satu orang yang bisa merasakan lembutnya Madinah Cake di hari pertama Soft Launchingnya.

Wednesday, 20 December 2017

Woman Sharing Day : Kisah-kisah Inspiratif Para Perempuan

Jumat, 8 Desember 2017 kemaren saya dapet kesempatan untuk datang ke acara Woman Sharing Days bareng Woman Magazine. Dari undangan yang diterima, saya udah tertarik banget dengerin sharing dari Albis Group, Teh Terry Putri, Chef Fitri, Nelimay, dan Fitri Gustiana. Kalian kenal mereka kan? Yaah, mereka semua adalah para perempuan yang luar biasa, punya bisnis sedari muda!


Wiiiii, sebagai mamak pebisnis (ceritanya) saya ngerasa butuh banget inspirasi dari mereka-mereka yang udah sukses duluan didunia bisnis. Bisnis mereka beragam, apa aja? Simak yaa buibu!

Sunday, 14 May 2017

8 Keterampilan Sosial Yang Seharusnya dimiliki Anak Balita

Banyak yang bilang jadi orang tua itu nggak ada sekolahnya. Saya setuju, tapi bukan berarti jadi orang tua nggak bisa belajar. Sekarang banyak banget seminar parenting baik yang gratis maupun yang berbayar diadakan disekitar kita. Nah tinggal kitanya aja sebagai orang tua mau apa nggak menjemput ilmunya untuk menerapkan pola asuh yang bisa menjadikan anak kita sebagai anak yang taat sama Allah dan bermanfaat untuk sesama.


Sabtu lalu, tanggal 6 Mei 2017 saya bekesempatan datang ke Seminar Parenting yang diadakan oleh SGM. Mengambil tema “Peran Orang Tua dalam Mengembangkan Kecerdasan Sosial Anak”, seminar ini diisi oleh seorang psikolog bernama Anna Surti Ariani, S.Psi, M.si, Psi yang akrab disapa Mba Nina.

Menurut mba Nina, ada 8 keterampilan social yang seharusnya dimiliki seorang anak.
1. Berteman dan Bekerjasama
2. Berkompetisi Sehat
3. Sabar Menunggu(Mengantri)
4. Sopan Santun
5. Bisa Menyelesaikan/Mendamaikan Pertengkaran
6. Marah Tanpa Mengganggu Orang Lain
7. Mengikuti Aturan
8. Peduli Terhadap Orang yang Sakit atau Kekurangan



Untuk mengembangan keterampilan sosial diatas, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan sebagai orang tua. Yaitu:

1. Tahap Awal

  • Kedekatan Dengan Orang Tua
Bagi anak, ada banyak manfaat yang bisa diperoleh ketika dekat dengan orang tua. Diantaranya adalah si Anak merasa nyaman dan aman, Anak menjadi percaya diri dan dapat bergaul dengan sehat, serta bisa mengurangi gangguan psikologi pada Anak. Kedekatan dengan orang tua (Attachment) berbeda dengan bonding, karena bonding dilakukan satu arah dari orang tua kepada anak, sementara attachment  dilakukan dua arah. Kedekatan dengan orang tua bisa dikembangkan dengan berbagai cara. Diantaranya orang tua sensitif kepada kebutuhan Anak, saling menatap mata dan saling memeluk.

  • Rasa Percaya Kepada Orang Tua
Rasa percaya kepada lingkungan Anak (terutama kepada orang tua) merupakan salah satu faktor utama agar Anak pandai bergaul, mandiri dan percaya diri. Timbulkan kepercayaannya sedini mungkin. Beberapa cara yang bisa dilakukan si kecikan untuk membangun rasa percaya Anak kepada orang tua adalah sebagai berikut:
- Segera memberikan tanggapan ketika anak menangis. Baik itu dengan cara menggendong, ayun perlahan, atau bisa dengan ucapan-ucapan yang menenangkan.
- Memberikan aturan sebelum melakukan aktivitas (jalan-jalan atau bermain)
- Tepati janji yang sudah diucapkan kepada anak.
- Dengarkan dengan seksama ketika anak sedang berceloteh.
  •  Mandiri
Orang tua mana yang tidak menginginkan anaknya mandiri. Nah sebagai orang tua, tidak bisa langsung meminta anak untuk menjadi mandiri secara tiba-tiba. Kemandirian anak bisa dikembangkan dengan perlahan. Salah satu caranya adalah dengan memberiknya kesempatan untuk mencoba, tidak memburu-burunya ketika sedang mencoba, dan memberikan pujian/pelukan serta ekspresi wajah yang menyenangkan ketika anak berhasil melakukan hal yang dicobanya.

2. Tahap Lanjutan
  • Mengenal Emosi
Emosi bukan hanya sebuah amarah. Ada banyak sekali emosi yang ada dalam diri seseorang. Misalnya sedih, senang, takut, atau bingung. Nah untuk mengenalkan anak pada emosi, beberapa cara yang bisa kita lakukan adalah:
- Sebutkan emosi anak ketika ia sedang mengalaminya. Misalnya "Wah, kamu sedang SENANG, ya?" atau "Kamu TAKUT? Sini sama bunda."
- Sebutkan emosi yang sedang orang tua rasakan.
- Ajak anak untuk memperhatikan emosi orang lain.
- Mainkan boneka dengan anak sambil menyebutkan emosinya.
- Ajak anak menebak emosi yang ada dalam gambar atau foto.

  • Menjaga Diri Sendiri
Anak diajarkan untuk menjaga diri sendiri dari orang lain. Dengan mengenalkan kepada siapa anggota keluarga, dan bagaimana bersikap kepada orang asing. Yang bisa kita lakukan sebagai orang tua dijaman yang sudah rawan akan kejahatan seksual pada anak, kita bisa mengajarkannya untuk tidak memperlihatkan anggota tubuh anak pada orang lain. Salah satu caranya adalah dengan membiasakan anak untuk berganti baju diruangan tertutup.
  • Kemampuan Berkomunikasi
Kemampuan berkomunikasi pada anak, bukan hanya tentang bagaimana anak berbicara(Ekspresif). Namun anak juga harus bisa mendengarkan saat orang lain bicara(Representatif). Untuk anak usia 1-l tahun seharusnya sudah paham intruksi tunggal dan bisa menyebut kata-kata. Sementara anak usia 2-3 tahun harusnya sudah paham intruksi majemuk dan bisa mengucapkan 2 kata. Jika anak sudah berusia 3-4 tahun, ia seharusnya sudah memahami arti "Apa?", "Siapa?", dan "Dimana?". Anak juga sudah bisa mengucapkan 3-5 kalimat.
  • Fokus/Berkonsentrasi dan Berimajinasi
Agar anak memiliki tingkat konsentrasi dan imajinasi yang baik. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan. Diantaranya:
-  Meningkatkan Konsentrasi:

  1. Kurangi gangguan (matikan televisi, radio, handphone, terutama omelan kita).
  2. Bujuk anak untuk menyelasikan kegiatannya sebelum memulai kegiatan yang lain.
  3. Pastikan anak melakukan aktivitas fisik.
- Meningkatkan Daya Imajinasi:
  1. Ajak anak membuat cerita dari gambar atau boneka.
  2. Bermain pura-pura. Misalnya pura-pura bertamu, menjadi dokter dan pasien, atau mengikuti jalan cerita sebuah film anak-anak.
  3. Ketika mendongeng, biarkan anak meneruskan dongeng sesuka dirinya.
  • Memiliki Empati
Empati yang kita harapkan bisa timbul pada anak adalah anak mampu memahami perasaan orang lain tanpa terlarut didalamnya, menempatkan diri pada posisi orang lain, serta mampu melakukan sesuatu yang dibutuhkan orang lain. Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menumbukan rasa empati anak. Salah satunya dengan selalu mengajaknya memberi dan melakukan hal bermanfaat untuk orang lain, seperti membuang sampah yang tergeletak dijalan atau sekedar memberikan roti pada teman-temannya saat bermain.

Lengkap banget yaa bahasan Mba Nina. Saya bersyukur banget bisa dateng ke seminar parenting kaya gini. Bukan cuma mendapatkan materi untuk mendidik anak, tapi saya juga bisa berbagi perasaan dengan sesama emak-emak yang memiliki masalah serupa tentang mendidik anak-anak yang masih balita.
source: Instagram Nia Haryanto
Semoga tulsian ini bermanfaat, sampai jumpa diacara seru lainnya! ^_^

Friday, 31 March 2017

5 Pekerjaan Untuk Ibu Rumah Tangga Yang Ingin Penghasilan Tambahan

Baca tulisannya Gita tentang kemacetan bikin saya ngerasa bersyukur banget. Kenapa? Karena sekarang saya punya rutinitas yang nggak mengharuskan diri ini keluar rumah dan macet-macetan setiap hari. Jabatan Ibu rumah tangga yang saya duduki saat ini hanya mengharuskan saya berada disamping Khalif. Pun dengan jabatan sebagai social media officer yang hanya mengharuskan saya bekerja didepan gadget yang notabene bisa dikerjakan dimana saja selama ada koneksi internet.

5 Pekerjaan Untuk Ibu Rumah Tangga Yang Ingin Penghasilan Tambahan

Seiring berjalannya waktu dan seringnya saya bilang kalau saya kerja dirumah, banyak yang nanyain "Koo bisa dapet kerjaan dari rumah?". FYI, peluang kerja dirumah itu banyak banget lho! Nggak harus dengan punya bisnis (dari proses produksi sampai pasca penjualan) sendiri. Nah, berikut 5 pekerjaan yang bisa dilakukan dirumah oleh Ibu Rumah Tangga untuk menambah penghasilan keluarga:

Thursday, 26 January 2017

Setengah Curhat Tentang BPJS Kesehatan

Ketika baca postingan teh Armita Fibri tentang "Pengalaman Memakai BPJS" saya jadi teringat apa yang saya alami sendiri. Hmmm, gimana ya.. Karena ada dua pengalaman yang saling bertolak belakang. Pertama, hasilnya sangat memuaskan. Yang kedua, hasilnya amat mengesalkan. Jadi saya emang agak bingung kalau disuruh cerita tentang BPJS ini.



PENGALAMAN MENYENANGKAN
Sebenernya sih nggak menyenangkan banget, secara BPJS Kesehatan ini kan digunakan saat sakit. Jadi mana ada sakit menyenangkan iya nggak? Yang menyenangkan mah piknik gratis, hihihi. Dua lebaran idul fitri yang lalu, mamah saya tiba-tiba mengeluhkan kupingnya yang berdenging. Waktu itu habis jalan-jalan dengan cucu-cucu-nya ke kebun binatang. Katanya kuping sebelah kanan tiba-tiba berdenging. Setelah seminggu tidak kunjung sembuh, mama pergi ke puskesmas untuk diperiksa. Diagnosa dokter puskesmas adalah akibat darah tinggi. Diberikan obat dan jika sakit berlanjut disuruh kembali. Alhamdulillah gratis, pakai KIS, Kartu Indonesia Sehat.

Thursday, 10 November 2016

MAGGO: Jamu Herbal Menuntaskan Maag

Siapa sih yang mau sakit maag? Kayanya nggak ada ya, etapi sakit maag itu bukan berarti karena telat makan lho! Ada banyak banget penyebab sakit maag. Mulai dari tukak lambung (ada luka dalam lambung), tingginya asam lambung, sampai pada gejala adanya penyakit kronis. Dan siapa sangka stress juga bisa memicu sakit maag!

Ini kejadian sama adik saya, namanya Eky. Dia emang jarang banget makan dirumah, sukanya bikin mie instan diwarung. Tapi kalau makan nasi, doi bisa ngabisin jatah 3-4 kali makan saya. Kaya dirapel gitulah ya makan nasinya, hehehe. Hari selasa kemarin eky ngeluh sakit perut. Usut punya usut semalem doi abis ngobrolin pernikahannya sama pacarnya, hehehe. Apa hubungannya? Mungkin adik saya ini stress. Stress mikirin biaya nikah yang nggak jua kekumpul. Kasian sih, adik saya ini expert-nya SPB. Jadi kerjanya cuma pas ada event aja, nah udah 2 bulan belakangan nggak dapet-dapet event, jadi tabungan nikah yang udah dia kumpulin malah terkikis buat biaya hidup, hiks.

"Makanya, kata mamah juga nabung. Jangan maen aja, jangan ngeroko aja, kerja yang bener, bla... bla... bla,,, Jadi aja kan kamu stress trus sakit perut!" itu yang mamah ucapkan ketika adik saya mengeluh perutnya sakit. Emang apa hubungannya ya sakit perut sama stress? Ternyata ada, hehehe. Suka ada kan yang kalau mau tes lisan tiba-tiba jadi sakit perut, nah begitulah yang sedang dialami eky. Dengan inisiatif tinggi, saya ingat punya stok "Maggo".



"Coba deh minum obat itu, tapi harus tiap hari sampe 6 hari berturut-turut!" saya menyodorkan sekotak maggo pada eky. "Apaan 6 hari? Nanti kenapa-kenapa lagi aku!", Saya menjelaskan bahwa maggo terbuat dari bahan herbal alami, jadi nggak akan ada efek samping. Akhirnya Eky mau meminum maggo. Ini bukan hoax lho, nih ada videonya.

Monday, 5 September 2016

Sudahkah Kita Profesional?

Setelah baca postingan teh Tian tentang “Jangan takut menjadi tua”, saya jadi berfikir apa yah ketakutan saya? Pasalnya saya tidak takut menjadi tua, soalnya emang ngerasa masih muda sih! :D 

Saya coba mengingat-ingat, apa sebenarnya ketakutan saya? Banyak sih, ahahahha., Takut ditinggal pergi suami, takut khalif sakit, takut tidur sendirian, dan ketakutan-ketakutan lain yang menurut saya nggak penting buat diinget-inget, hihihi. Dari sekian banyak ketakutan, saya mau bahas ketakutan saya yang mungkin jadi ketakutan para Ibu sejagat raya yang nggak Cuma jadi Ibu rumah tangga. Saat ini saya sedang takut dianggap tidak professional.


Beberapa hari kebelakang ini saya lagi sering keluar rumah karena pekerjaan. Mulai dari meeting sampai hadir diacara-acara penting. *Koo sok penting banget ya saya? Hihihi. Tapi memang begitulah, kadang saya mengajak Khalif. Kadang juga khalif saya tinggal, tergantung kondisi dan lama durasi acara. Kalau meeting bentar sekitar 2-3 jam sih saya tinggalin dirumah sama Mamah. Tapi kalau udah lebih dari 5 jam, biasanya saya ajak Khalif.

Sunday, 21 August 2016

5 Dampak Negatif Drama Korea Yang Sebaiknya Dihindari

Apakah kamu salah satu penggemar drama ataupun film korea seperti teh Lendy?
Saya termasuk salah satu penyuka drama korea, bahkan dari tahun 2002 pas Korea Selatan masuk putaran perempat final piala dunia saya udah membela mereka. Dan pas korea selatan kalah lawan jerman, saya nangis! Sedih aja gitu, padahal dulu belom musim drama korea. Drama asia yang Berjaya adalah drama jepang dan yang hits ada juga drama Taiwan, Meteor Garden.

Improvisasi dulu lah ya :D
Lama kelamaan, drama korea mulai menjamur. Demam K-Pop melanda anak-anak muda sampai mamah-mamah muda. Sisanya, Ibu-ibu komplek dan nggak sedikit juga para pemuda yang suka segala macam tentang korea. Istilahnya Negara Indonesia sudah terserang Hallyu, gelombang korea. Namun saya merasa ada yang salah. Saya pernah selama lebih dari 20 jam nggak tidur hanya demi menamatkan drama korea yang sedang saya tonton. Padahal mah bisa di pause. Ada juga sih film korea yang pendek durasinya, paling satu atau dua jam. Kaya yang dibahas Teh Lendy, yaitu One Way Trip (2015). Salah satu film korea yang jadi favorite saya adalah Miracle In Cell Number Seven. Film tersebut berhasil bikin saya nangis temehek-mehek mengalahkan rasa sedih saya pas lihat Korsel kalah lawan Jerman.


Emang sih nonton film maupun drama korea itu bisa bikin kita terhibur dan ada juga pelajaran-pelajaran yang diambil dari jalan ceritanya. Tapi, sorry to say ternyata saya merasa nonton drama korea itu lebih banyak mudharatnya dari pada manfaatnya. *siap-siap ditimbuk para k-popers*