Ketika dilontarkan pertanyaan "Lahirannya dimana? Mau normal atau Caesar?" seperti itu sebelum melahirkan, saya selalu menjawab "Insyaallah normal.. Lahirannya di Puskesmas deket rumah..", begitupun dengan suami saya. Tak pernah terbesit sedikitpun buat lahiran dengan tindakan sectio Caesaria, alias Caesar disingkat SC. Namun ternyata Allah mengizinkan saya untuk melahirkan dengan tindakan Caesar. Setiap yang saya beritahu bahwa saya melahirkan Caesar, mereka otomatis bertanya "Kenapa?".
KENAPA? Ahh... Saya merasa sedih kalau harus ditanyakan alasan mengapa saya sampai harus melahirkan dengan tindakan Caesar itu. FYI, yang selama ini beredar dimasyarakan dengan sebutan lahiran "normal" sebenarnya disebut persalinan pervaginaan. Jadi "normal" itu sebenarnya kondisi dimana yang melahirkan maupun yang dilahirkan baik-baik saja. Nah nanti kalau mau nanya orang tanyanya "Mba, lahirannya pervaginaan atau Caesar?" gitu kali yah :D
Ada banyak alasan yang bisa saya sebutkan ketika ditanya "Mengapa melahirkan Caesar?". Pertama, kalau saya mau bercanda saya akan jawab "Biar keren.." Kedua, saya bisa aja cerita betapa menyedihkannya keadaan saya saat akan melahirkan sehingga saya terpaksa menjalani tindakan Caesar. Ketiga, saya akan bilang "baca diblog yaa, panjang sih ceritanya...". Saya rasa saya mulai ngawur -..- Baiklah saya akan cerita bagaimana pengalamarn saya melahirkan anak pertama yang Allah titipkan dan diberi nama "Khalif".