Sudah tanggal 6 April, itu tandanya kalau menurut HPL (Hari Perkiraan Lahir) dari Bidan, 2 hari lagi Killua akan dilahirkan ke dunia ini. Konon katanya, kalau anaknya perempuan biasanya tanggal lahir akan maju dari HPL. Sebaliknya jika anak yang akan dilahirkan laki-laki, maka tanggal kelahirannya mundur dari HPL. Yaa itu mah rahasia dan kuasa Allah, yang penting nanti killua lahir dengan selamat ya nak, aamiin, :)
Dalam tulisan kali ini saya nggak akan berbagi tentang nama anak, tentang baju yang sudah disiapkan untuk anak, ataupun tentang betapa sensitifnya perasaan saya saat menanti kelahiran Killua. Pembahasan kali ini adalah sebuah hal yang menjadi momok menakutkan bagi kebanyakan kaum hawa, yaitu "SELULIT". Iya, selulit atau strechmark pada kulit memang sulit dihilangkan. Meski ada beberapa salep yang katanya bisa menghilangkan selulit, saya sih lebih memilih menghindarinya sedini mungkin.
Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati? Hehe. Dari pengalaman saya semasa hidup *apaaah*, selulit itu datang karena terjadinya pemelaran kulit dibagian-bagian tertentu. Khususnya paha, bagian belakang tubuh, dan perut. Nah apalagi pada ibu hamil, perut yang awalnya kecil sixpack (ini perut siapa ya? Perut saya mah udah dangdut dari sebelum hamil mhihihihi) akan membesar jadi beberapa kali lipat. Ibarat balon yang asalnya ciut terus ditiup kemudian dikempeskan lagi, maka akan muncul guratan-guratan selulit itu. Saya baru ngeuh ternyata ada cara mengatasi selulit yang bisa kita lakukan sedini mungkin lho!